Jika Ahok Tersangka dipastikan Demo 4 November Berjalan Damai -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Jika Ahok Tersangka dipastikan Demo 4 November Berjalan Damai

Kamis, 03 November 2016
Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhammad Ismail Yusanto berpendapat, tidak ada yang bisa menjamin aksi yang rencananya akan digelar pada 4 November 2016 berjalan damai. Apalagi, rencananya, aksi tersebut akan diikuti ratusan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat.
Jika Ahok Tersangka dipastikan Demo 4 November Berjalan Damai

"Apalagi ini demo terdiri dari berbagai elemen. Terus seruan aksi ini kan terbuka, jadi siapa saja bisa ikut. Jadi tidak ada yang bisa menjamin," kata Ismail saat dihubungi  Republika.co.id,  Senin (31/10).

Menurut Ismail, hanya satu yang bisa menjamin aksi tersebut berjalan aman dan damai. Yaitu, ketika pemerintah dalam hal ini aparat kepolisian menetapkan Ahok sebagai tersangka dan menangkapnya.

"Tapi kalau sampai tanggal 4 itu tidak ada apa-apa, malah aparat penegak hukum menyudutkan aksi ini dengan mengeluarkan pernyataan akan ditembak segala macam, ini akan menimbulkan kekisruhan," ucap Ismail.

Ribuan orang yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) rencananya akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara pada 4 November 2016. Aksi yang dilakukan tiada lain untuk mendesak kepolisian agar secepatnya menangkap Ahok terkait dugaan penistaan Alquran.


Tak Terkait Pilkada

Menurut Ismail, seluruh massa yang turun aksi tidak ada kaitan dengan gelaran Pilkada DKI 2017. Justru, menurutnya, aparat kepolisianlah yang mengaitkan proses hukum Ahok dengan Pilkada DKI, mengingat Ahok adalah salah satu calon yang akan berkontestasi.

Aksi tersebut menurutnya adalah desakan terhadap kepolisian untuk menangkap Ahok, karena telah melakukan penistaan terhadap Alquran.

“Aparat inilah yang kemudian mengaitkan tindakan Ahok dengan pilkada. Kalau tidak, mestinya dengan mudah diproses. Kenapa tidak diproses? Karena ini calon dari sekian partai, bahkan katanya calon dari istana,” kata Ismail saat dihubungi Republika.co.id, Senin (31/10).

Dari itu, Ismail mengaku heran jika ada pihak-pihak tertentu yang mengaitkan demo 4 November dengan Pilkada DKI Jakarta. Karena menurutnya, aparat kepolisianlah yang dengan jelas melindungi Ahok karena tidak ingin tersangkut masalah hukum.


“Justru mereka yang lamban memproses Ahok ini yang terang-terangan melakukannya karena tidak ingin calon itu tersangkut masalah hukum,” kata Ismail. (republika.co.id, 31/10/2016)

((republika.co.id,  )