Felix Siauw : Yang kita inginkan sudah jelas bukan anarkisme, sebab itu merusak citra Islam

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Felix Siauw : Yang kita inginkan sudah jelas bukan anarkisme, sebab itu merusak citra Islam

Minggu, 06 November 2016
Dalam aksi damai 4-11 kemarin, saya sengaja minta ke temen-temen agar saya nggak dikasi tugas khusus, sebab mau memantau ke seluruh barisan aksi

Sebab kalau memantau lebih cepat sendirian, saya menyusuri aksi damai kemarin dari ujung ke ujungnya, melihat adakah yang perlu dibenahi dan diawasi


Memang kadang ada spanduk atau yel-yel yang keterlaluan, yang berfokus pada ras dan suku, tapi tidak banyak, hanya 3-4 yang saya temukan selagi memantau

Itupun segera diingatkan sesama peserta aksi, "Mas, spanduknya gulung aja, masalahnya Ahok bukan Cinanya", "Mas jangan emosi dong, jaga omogannya"

Sebab semua peserta yang datang, sebagian besar sudah paham, ini aksi damai, yang kita inginkan sudah jelas bukan anarkisme, sebab itu merusak citra Islam

Dan masyaAllah, aksi mana kita mendapati begitu banyak peserta yang menenteng plastik sampah, memunguti satu-satu sampah terserak, menjaga kebersihan

Bahkan mengingatkan untuk tidak menginjak taman, berwudhu jangan di tengah jalan, shalat tepat pada waktunya, membawa sajadah masing-masing

Maka saya heran, diantara sebanyak itu kedamaian, masih ada oknum atau stasiun berita yang hanya menayangkan segelintir "spanduk kebencian" katanya

Seolah ingin menunjukkan ini aksi kebencian ras dan suku, padahal spanduk dan tulisan lain yang sangat-sangat banyak, luput dari pandangan dan laporannya

Sejauh saya berkeliling, hanya satu kali saya ada yang berteriak "Cina! Koh.. Koh.. Tunggu!" Sebelum saya berbalik badan saya sudah dipegangi, dipeluk, "Minta foto"

Saat-saat seperti ini, mereka yang sedari awal sinis dan nyinyir di media sosial akan adanya aksi #BelaQuran, justru senang dan memanfaatkan berita

Mereka memfitnah ulama, melecehkan gerakan #BelaQuran dan selalu membela penista Al-Qur'an, dan menutup mata akan keadilan dan kebenaran

Jika mendapatkan akun-akun semisal itu jangan risau, walau nama dan fotonya Muslim, juga mengaku Muslim. Yakinlah Muslim takkan seperti itu kelakuannya

Saat-saat seperti ini kita diuji, adakah ulama yang jelas-jelas cinta agamanya kita percaya dan ikuti, atau sekelompok provokator pembela penista agama

Di media sosial, semua berita simpang siur, karenanya bersabar saja dan kita lihat bagaimana ulama menjelaskannya pada kita, dengarkan ulama, yang lain abaikan

Khusus yang di penjaringan, kerusuhan di situ sama sekali bukan berasal dari aksi damai #BelaQuran, kita berlepas diri dari mereka yang tidak damai dalam aksinya

Bersabar di masa fitnah duhai saudara saudariku, jika kita beriman, maka tak perlu komentar negatif dan merusak, jika ada yang begitu abaikan saja

Penjelasan lengkap soalan kondisi ricuh selepas maghrib 4-11 kemarin kita tunggu saja dari ulama dan panitia, dan insyaAllah itulah kebenarannya

Tahan komentar-komentar yang buruk dan malah mengadu ummat, sebab akun-akun tak jelas banyak berkeliaran, jangan terpancing adu debat dengan yang tak jelas

InsyaAllah dari para ulama dan asatidz di GNPF-MUI akan memberikan pess conference selepas dzuhur nanti. Dengarkan ulama dan abaikan yang lain

Foto diambil saat peserta aksi #BelaQuran shalat maghrib, satu gambar yang bisa memberi banyak arti

Felix Siauw Official:
#BelaQuran dengan Akhlak Qurani