Dugaan Kuat..!!! Penampakan Para Provokator Penyusup Demo 4 November yang viral di sosmed

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Dugaan Kuat..!!! Penampakan Para Provokator Penyusup Demo 4 November yang viral di sosmed

Senin, 07 November 2016
Dikutip dari media Aktual.us , di beritakan para demonstran bersama aparat menangkapi beberapa penyusup yang terbuka kedoknya sebagai provokator yang berniat menunggangi aksi demo damai Bela Islam 4 November. 


Sejak siang hari, beberapa orang berhasil ditangkap menyusup ke barisan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Ketika diinterogasi korlap (kordinator lapangan) mereka bahkan tidak bisa syahadat dan saat dimintai KTP, ternyata bukan muslim. Belakangan diketahui mereka adalah Teman Ahok.





Pengunjuk rasa yang tergabung Front Pembela Islam (FPI) berhasil menangkap seorang provokator yang mencoba memancing kericuhan pada aksi unjuk rasa yang dilakukan umat Islam di pusat ibukota Negara Republik Indonesia pada hari ini, Jum’at 4 November 2016.




Berikut adalah Ferdinan, yang ketakutan begitu tertangkap basah sebagai penyusup yang bertujuan memprovokasi aksi damai. 


Screnshoot WA SYARIAH ENTERPREUNER
Provokator yang diketahui beragama kristen katolik tersebut menyusup dalam kerumunan pendemo dan diduga mencoba melakukan aksi provokasi guna memancing kericuhan.

Melihat hal itu, laskar FPI pun tidak tinggal diam, mereka langsung melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap pria tersebut dan menemukan hal yang sangat mengejutkan. Dia sengaja membiarkan berewoknya tumbuh sebelum demonstrasi.




Pria yang diketahui bernama Ferdinan, ihal iyu diketahui dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelaku yang berhasil digeledah laskar FPI. Pria  itupun langsung diamankan laskar FPI.

Kemudian identitasnya juga diungkap ke publik dengan memperlihatkan gambar KTP pelaku di akun media sosial twitter bernama Negri Seterah.



Pada akun tersebut diberikan tulisan, ”Ini satu Katolik yg jadi Provokator demo do depan istana tadi yg berhasil ditangkap laskar FPI” tulis akun tersebut.

Kartu Identitas pelaku ternyata non muslim
Provokator dari awak media

Selain penyusup yang di duga merupakan Teman Ahok dan kader-kader partai pengusung Ahok, massa juga mendapati wartawan Kompas yang melempari aparat dengan botol mineral. Massa demonstran pun mengusirnya sebelum membuat kericuhan lebih besar lagi.



Screnshot dari Facebook Generasi Pemuda Islam
Padahal seperti diketahui melalui siaran langsung oleh salah satu TV swasta, aksi damai Bela Islam berlangsung tertib dan teratur hingga pukul 18:00 WITA. Bahkan antara pihak kepolisian, TNI dan peserta unjuk rasa sudah menyatu, bahu membahu.


Kerukunan antara peserta aksi dengan polisi


Antara pendemo dan aparat sangat akrab tanpa ada ketegangan
Provokator mulai muncul jelang malam hari

Namun begitu dalang aktor pemecah belah persatuan bangsa menginteruksikan makarnya terhadap rakyat nusantara, keadaan berubah. Meski demikian, hanya segelintir oknum yang seolah saling berhadapan. Oknum-oknum tersebut disaksikan baru datang pada malam hari dan langsung merengsek ke depan


Pria berbatik yang diduga provokator
Menurutnya dari foto yang beredar ada perbedaan atribut yang seringkali dibawa anggota HMI saat berunjuk rasa dengan orang tersebut.

Penampakan Pria berbatik yang diduga sebagai provokator pada siang hari 


Seseorang yang membawa atribut berupa bendera HMI tampak berbeda warna hijaunya. Begitu juga dengan tiang bendera yang kerap dibawa berupa sebilah bambu dibelah yang diikatkan bendera HMI.

Ada kemiripan dari ke 3 orang di atas

Yang dilingkari merah ada kemiripan dari segi wajah dan baju nya.
Baru-baru ini Priya Husada melalui akun Facebooknya menegaskan bahwa orang yang belakangan dianggap HMI bukanlah kader HMI ternyata merupakan salah satu kader non aktif HMI.

Link : https://www.facebook.com/R.PriyaHusada/posts/10154991443049026
Tampak dalam postingan foto-foto yang diunggah seseorang yang disebut bernama Ismail aktif dalam berbagai kegiatan HMI.


Ada kemiripan seperti yang diunggah oleh aa gym


provokator-4-november

Provokator bercelana pendek


Penyusup begitu sampai di malam hari, langsung merengsek maju dan melakukan aksi anarkis, padahal sudah dihalau dan dihalang-halangi demonstran. Tetapi karena demonstran sudah mulai meninggalkan lokasi, keadaan sedikit lengang ini dimanfaatkan penyusup untuk merusak sarana demonstrasi sebagai sarana sistem demokrasi ini.



Anggota Ormas Islam tidak mungkin tidak tahu batasan aurat


Para penyusup ini bahkan tidak mengenakan pakaian dan atribut sebagaimana pengunjuk rasa lainnya.Padahal sebelumnya, begitu penyusup dari Teman Ahok merengsek masuk, demonstran langsung melindungi para aparat yang berjaga:


Massa FPI membentuk blokade melindungi aparat dari provokator
Penjarahan Indomaret

Penjarahan dan penyerangan terjadi di sejumlah titik lokasi di Jakarta, usai demo yang berakhir ricuh di depan Istana Negara, Jumat (4/11/2016).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mohamad Iriawan dan Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksamana, mengakui hal itu ketika diwawancara wartawan, termasuk Wartakotalive.com, malam ini.

20161104 demo ahok rusuh luar batang

Teddy mengakui terjadi penjarahan gerai Indomaret di kawasan Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.Kemudian terjadi pula kerusuhan di depan rumah Ahok di Pantai Indah Kapuk, Pluit, Jakarta Utara.

"Tindak tegas saja kalau terjadi penjarahan," kata Teddy. Dia menelepon seseorang saat tengah diwawancara wartawan.


Selain itu, di kawasan Monas, total ada 7 mobil polisi yang dirusak massa pendemo Ahok.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Mohamad Iriawan, mengatakan rela mobil-mobil polisi dirusak.

Pelaku penjarahan ditangkaap aparat
"Biarkan saja rusak. Biar semua tahu massa ini anarkis. Demo ini sudah anarkis," kata Iriawan.Malam ini, Kapolda dan Pangdam lekas melakukan patroli memutari Jakarta.
Mereka dikawal tim motor anti anarkis Polda Metro Jaya
.

Pengakuan warga setempat

Sekelompok remaja yang membuat kericuhan di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu dini hari dengan menjarah toko-toko, termasuk gerai Indomaret itu diklaim warga setempat bukan dilakukan massa aksi 4 November, seperti yang banyak diberitakan.

“Mereka bukan peserta aksi di Istana Negara. Mereka remaja yang biasa tawuran setiap menjelang hari libur,” ujar warga Muara Baru, Teddy, seperti dilansir Antara, Sabtu, 5 November.
Berita Penjarahan toko yang bersamaan waktunya dengan AKSI BELA ISLAM II pada Jumat 4 November 2016 di Jakarta digunakan oleh para pendukung Ahok di sosial media untuk memfitnah bahwa penjarahan dilakukan oleh massa aksi umat Islam.

Berikut KLARIFIKASI dari pihak POLRI yang menyatakan bahwa penjarahan toko itu murni kriminal tidak ada kaitannya dengan AKSI BELA ISLAM II yang berdemo dari Istiqlal ke Istana.


Penjarahan di Penjaringan, Polisi Tangkap 15 Orang

Polisi menangkap 15 orang yang diduga terkait dengan penjarahan salah satu toko minimarket di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin malam. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan mereka tidak ada kaitannya dengan “Aksi Bela Islam II”, yang digelar di depan Istana Negara.

"Kejadian penjarahan tadi malam murni kriminal. Mereka ingin memanfaatkan situasi," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu, 5 November 2016.




Boy menjelaskan, aksi ini diduga dilakukan warga yang tergabung dalam masyarakat di Luar Batang. Dalam kerusuhan tersebut, sejumlah orang melempari aparat polisi dan TNI dengan batu. "Mereka saat ini masih diperiksa di Polres Jakarta Utara," ujarnya. 



Piliang: Ada Kelompok Yang Sengaja Digerakan Ke Istana, Tak Takut Polisi

Pengamat politik Indra J Piliang mendapat sambutan dari netizen karena cuitannya sebelum kericuhan terjadi pada Jumat (4/11) malam, dinilai benar. Menjelang aksi damai Bela Islam berakhir dan sukses, di situlah Indra melihat kerawanan.

“Subhanallah, baru tadi sore baca kultwitt-nya uda @IndraJPiliang tentang waspadai waktu magrib menjelang malam. Eeh.. Kejadian bener,” Ronin Berigas melalui akun @moulevey.

“Apa yang terjadi malam ini ternyata sudah bisa diprediksi oleh bang @IndraJPiliang 5 jam sebelumnya,” tulis Dini Tri Lestari @dinitri.

Waktu 1 jam 45 menit sebelum aksi berakhir pukul 18.00 WIB:

“Perhatikan peserta-peserta aksi yang baru masuk, tatkala mayoritas peserta aksi sudah kelelahan, bahkan dehidrasi awal. Kian waspada, ya,” tulis Indra dalam akun Twitter-nya @IndraJPiliang, Jumat (4/11).

“Makin mendekati menit-menit akhir aksi, biasanya semangat sudah mengendor; energi mulai habis, rantai manusia mulai rapuh & mudah tembus. Waspada.”
Waktu 1 jam 20 menit sebelum aksi berakhir:

“Biasanya, ada penonton-penonton aksi yang jelang aksi berakhir, malah lebih semangat dari peserta aksi. Perangkat-perangkat aksi yang tercecer, mereka ambil & kibarin,” katanya.

Sekitar pukul 19.00, kerusuhan terjadi di depan Istana Merdeka. Polisi menembakan gas air mata dan peluru karet. Akibatnya, dua truk polisi terbakar dan puluhan orang dilarikan ke rumah sakit.

Setelah kejadian itu, Indra Piliang mengungkapkan, pada pukul 17.14 WIB, ada gerombolan anak muda yang mencurigakan yang menuju istana. Indra melengkapi postingannya dengan foto.

“Neh. Orang-orang model tiga anak muda ini lagi bergerak ke arah Istana Negara, justru ketika massa aksi sudah berjalan sebaliknya Pulang. Aya naon?” tulisnya.

“So? Ada peserta aksi yang lebih fresh sedang bergerak menuju Istana Negara, kala peserta aksi asli sudah balik arah. See???

Menurut Indra Piliang, foto-foto itu hasil jepretannya sendiri. “Ada satu foto yang tak kesave, yakni perangkat aksi (bendera, ikat kepala, dll) sudah dipegang remaja,” katanya. “Remaja-remaja tanggung saja bisa pegang perangkat aksi, setelah jam 17.00. Itu yg dipakai penyusup “balik untuk aksi malam.”


Indra menilai orang-orang tersebut bukanlah gerombolan kriminal murni. Tapi mereka sengaja digerakkan. “Kriminal kok badannya bagus-bagus, jalan minimal tiga orang, langkah pasti, tak takut ada polisi, hehehe.”(dz/aktual.us)
Panglima TNI Kantongi Identitas Provokator Demo 4 November

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sudah mengantongi provokator yang memicu kerusuhan demo 4 November.

Nurmantyo mengakui bahwa unjuk rasa Aksi Bela Islam II yang berakhir ricuh pada Jumat malam, 4 November memang sudah disusupi provokator.

Menurut Gatot, provokator itu sengaja menyusup untuk mengajak massa menyerang aparat yang mengamankan aksi demo. Mereka memanfaatkan massa pendemo asli yang sudah mau pulang karena izin untuk unjuk rasa sudah berakhir.

Menurut Nurmantyo, massa memang tak bisa langsung meninggalkan lokasi unjuk rasa sejak pukul 18.00 WIB. Sebab, banyaknya massa membutuhkan proses untuk bubar.

“Pas malam itu kan lagi proses karena banyak masyarakat dan itu perlu waktu. Sekitar bakda Isya ada kelompok yang sudah direncanakan untuk membuat rusuh dan itu sudah diketahui. Makanya prajurit dan kepolisian sudah dipersiapkan untuk hadapi itu semuanya,” katanya di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11).

Gatot menambahkan, para pelaku rusuh sudah merencanakan aksi mereka. Sebab, polisi menemukan anak panah dan bambu runcing.

Aparat keamanan pun ada yang menjadi korban karena ditusuk. Selain itu, pelaku rusuh juga ada yang membawa ketapel.

“Mereka anak-anak kecil, umur 14 sampai 15 tahun. Ada yang bawa ketapel,” tuturnya.

Karenanya Gatot bersama Tito sempat menggunakan pengeras suara untuk menghentikan bentrok. Kelompok yang berdemo sejak siang pun menarik diri.

“Mereka demonstran yang asli langsung mundur, yang lainnya maju terus. Mereka memancing agar aparat bertindak kasar, itu semua ketahuan,” sambung dia.

Soal aktor politik yang dituding Presiden Jokowi memanfaatkan situasi hingga terjadi kerusuhan, Nurmantyo tak menjelaskan.

Sedangkan Tito mengatakan, ada pihak-pihak yang sengaja melakukan provokasi dengan menyerang aparat. Mulanya aparat memang diam meski banyak yang terluka.

“Yang luka ada banyak 18 orang. Satu luka berat di kepalanya dan masih di RSPAD, 12 lainnya di RS Polri,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut demo 4 November rusuh karena ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

“Kita menyesalkan kejadian ba’da Isya yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” ucap Jokowi.(elf/jpg/pojoksatu)

Bonus video buat pembaca




Seperti itulah yang terjadi pada aksi damai umat islam 4 November kemarin. Umat Islam secara tegas tidak akan melakukan tindakan anarkis apalagi kerusuhan. 

Tetapi masih saja ada pihak-pihak yang memancing-mancing dan berusaha memprovokasi agar aksi damai bela quran berubah jadi ricuh. 

Tapi alhamdulillah pihak aparat dengan sigap langsung menyisir pelaku provokator sehingga semakin jelas siapa sebenarnya yang membuat kerusuhan...

Source :

http://www.aktual.us/2016/11/para-provokator-penyusup-demo-4.html?
http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/11/06/bukti-foto-foto-biang-ricuh-demo-4-november-2016-ternyata-kader-aktif-hmi/