Alasan mencengangkan Munarman rela "Pasang Badan" untuk Buni Yani

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman memasang badan untuk Buni Yani yang disebut Polri berpotensi ditetapkan sebagai tersangka karena menyebarkan video penistaan agama. Menurut Munarman isu Buni Yani berpotensi menjadi tersangka sengaja dihembuskan untuk mengalihkan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sebagai Koordinator Lapangan aksi 4 November, Munarman meyakini penetapannya sebagai tersangka lebih efektif untuk mengalihkan isu penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok ketimbang menetapkan Buni Yani sebagai tersangka.

"Kalau mau alihin isu, Buni Yani jadi tersangka kurang gede isunya. Kalau mau alihkan isu sasar saya saja sebagai korlapnya (aksi 4 November)," kata Munarman dalam konferensi pers di Wisma Kodel, Jakarta, Senin (7/11).

Munarman mengaku telah mendapat informasi Buni Yani bakal menjadi "kambing hitam" terkait kasus dugaan penistaan agama. Bahkan, informasi tersebut diperoleh Munarman sebelum aksi 4 November.

"Tidak saya sebutkan sumbernya ya, tapi sejak adanya (tersebarnya) video itu, memang Buni Yani lah yang akan dijadikan tersangka," katanya.

Menurutnya, pengalihan isu ini menggiring opini publik bahwa kasus ini terletak pada pengunggahan video SARA, bukan pada pembuat konten SARA.

"Ini seolah-olah yang upload-nya yang salah, bukan kontennya," jelasnya.

Munarman pun menganggap enteng petisi yang meminta Buni Yani diproses hukum yang ramai di dunia maya yang ditandatangani oleh puluhan ribu orang. Menurut Munarman, desakan agar Ahok diproses hukum yang disuarakan massa aksi pada 4 November lebih nyata ketimbang petisi di dunia maya.


"Itu kongkrit bukan dunia maya. Tidak bisa akun ganda atau kloningan. Seluruh Monas sampai ke HI penuh dengan lautan manusia," katanya.

Munarman menegaskan, tidak ada persoalan hukum dalam tindakan Buni Yani mengunggah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu ini. Munarman pun menangkis pihak yang menuduh Buni Yani mengedit video Ahok tersebut dengan menghilangkan kata "pakai". Menurutnya dengan kata 'pakai' atau tidak, pidato Ahok tersebut telah memenuhi unsur penodaan agama.

"Dibohongi Al-Maidah, Al-Maidah nya yang bohong. Dibohongi pakai Al-Maidah berarti Al-Maidah jadi instrumen, alat, atau dipakai untuk melakukan pembohongan. Tidak ada perbedaan. Pakai atau tidak. Baik diedit atau tidak. Substansinya sama," katanya.(beritasatu)

PERHATIAN : Dalam waktu dekat Situs web ini akan pindah domain ke AkbarMedia.com. Terima kasih atas partisipasinya

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.