Aksi Bela Islam II 4 Nov 2016 Sebuah Catatan bersejarah Umat Islam

4 november 2016 telah berlalu. Tanggal yang akan dikenang dalam sejarah sebagai momen dimana umat Islam di Indonesia secara serentak menyuarakan pembelaan mereka pada Islam dengan menuntut agar si penghina al-Qur'an dihukum.

Ketika aksi bermula, umat Islam telah berhasil menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya. Damai, tidak merusak, bahkan rumput sekalipun. Tidak ada yang tahu persis jumlah massa umat yang memadati jalanan dari mesjid Istiqlal, pelataran monas dan jalan-jalan sekitarnya. Gambar yang diambil drone, memperlihatkan kawasan itu memutih, akibat kerumunan umat Islam yang umumnya mengenakan pakaian berwarna putih.


Ini tentu saja membalikkan logika rusuh dan teror yang sudah terlalu sering dilontarkan oleh musuh-musuh Islam untuk mendiskreditkan umat Islam dan gerakan-gerakan Islam. Seluruh teori mereka terbantahkan. Bahkan ini juga membantah bahwa di Indonesia ini ada jaringan terorisme yang seolah tiada akhirnya.

Kemana teroris itu kini ? Bukankah sangat mudah mereka memanfaatkan kerumunan massa ini untuk menyelusup dan melakukan aksi teror mereka ?

Ternyata tidak ada aksi kekerasan apapun. Justru yang didapati di lapangan adanya penyelusup dari luar umat dengan tujuan yang tidak jelas.

Walau semua ini baik, tapi tentu kebaikan ini membuat musuh-musuh Islam jadi meradang. Teori mereka, penggiringan opini mereka, dan kondisi yang mereka inginkan untuk menyudutkan umat Islam tidak tercapai. 

Kondisi damai ini terjadi karena peran luar biasa para ulama, para habaib, para petinggi organisasi Islam yang bersusah payah mengkordinir agar umat jangan terprovokasi, jangan emosional.

Namun sukses besar ini ternyata tidak mendapat penghargaan sedikitpun dari kepala negara. Presiden justru mengabaikan semua ini dengan lebih memilih meninjau sebuah proyek yang sebenarnya bisa saja dilakukan oleh menteri terkait, tidak perlu dilakukan oleh presiden mengingat rakyatnya sudah menyatakan akan berkunjung ke Istana pada tgl 4 Nopember 2016.

Himbauan Presiden agar demo jangan anarkis, sudah dipenuhi pendemo. Tpi harapan pendemo agar bisa bertemu dengan Presiden ternyata tidak dipenuhi oleh Presiden.

Sekneg mengatakan alasan ketidakpulangan Presiden ke Istana karena tidak tahu harus lewat mana. Semua jalanan macet dan tidak aman.

Ini hanyalah alasan bodoh, karena Presiden bisa saja kembali ke Istana dengan menggunakan Heli. Kemudian, jalanan walau macet, tapi tetap aman, karena demo ini sudah terbukti dari dimulainya bagda shalat Jum;at memang terbukti damai. 

Ketika kemudian di malam hari umat belum meninggalkan lokasi karena masih belkum bertemu Presiden, terjadilah kekacauan. Ada yang memprovokasi polisi sehingga harus menembakkan gas air mata. Ada mobil yang dibakar.

Pertanyaan yang mengganjal, apakah demo yang sudah menunjukkan damai berjam-jam siang harinya tidak menjadi satu kesimpulan pada pihak aparat jika ada yang anarkis, yang membakar mobil itu kemungkinan besar bukanlah dari perserta demo ?

Kenapa begitu sigapnya mengantisipasi dengan penembakan gas air mata ? Dari video yang terlihat, ternyata gas airmata itu ditembakkan membabi buta bahkan kepada kerumunan pendemo yang justru duduk-duduk santai, dan ke arah para ulama, habaib serta para orang tua.

Masa petugas penembak gas air mata tidak tahu ke arah mana tembakan yang harus diarahkan, kemana yang tidak perlu ?

Kesan dari penembakan ini hanya satu, untuk mengusir peserta demo. Mungkinkah ada arahan : Sekitar Istana harus terlebih dahulu dikosongkan dari pendemo, baru Presiden kembali ke Istana ?. Wallahu a'lam.


Faktanya, ketika seputaran lokasi demo sudah bersih dari pendemo, Presiden kembali dan mengadakan rapat terbatas, kemudian menyampaikan pidato yang sangat singkat. Tanpa ada permintaan maaf karena tidak bisa menemui pendemo. Benar-benar pidato yang sangat menganggap enteng demo besar umat Islam itu.

Maka jika demo besar ini ada disebabkan oleh ulah Ahok, kericuhan tadi malam juga terjadi hanya karena Presiden tidak ada di Istana dan menerima pendemo.

Coba kita ambil scenario :

Presiden dan Wapres memutuskan untuk melakukan shalat Jum'at bersama umat di mesjid Istiqlal, kemudian mengundang perwakilan umat untuk sama-sama menuju Istana Negara untuk mengadakan mufakat.

Akankah demo bertahan sampai malam ?

Kebijaksanaan sudah hilang dari pemimpin negeri ini, sehingga dengan sikap-sikap mereka yang tidak bijaksanalah yang membuat negeri ini ruwet, tidak kondusif, memancing kemarahan rakyat.

Namun kita tidak perlu kecewa, karena peristiwa 4 Nopember 2016 ini telah membuktikan satu hal :

Umat Islam bukan umat yang membuat masalah, tapi penguasa negeri inilah yang memunculkan masalah demi masalah dengan sikap, kebijakan mereka yang sangat jauh dari bijaksana, alias Dzalim.


Aksi Bela Islam 4 Nopember 2016 merupakan tamparan keras dari umat Islam kepada musuh-musuh Islam yang selama ini selalu memjokkan umat sebagai perusuh, anarkis, dan banyak tuduhan yang kini terbantahkan dengan telak.

Allahu akbar ...!

No comments

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.