Ahoker Stres Berat , Minta Hujan dan Petir Saat 4 November

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Ahoker Stres Berat , Minta Hujan dan Petir Saat 4 November

Selasa, 01 November 2016
Mengutip dari laman facebook Muhammad Ika Rais, yang menanggapi  santai cuitan pendukung Ahok yang saat ini sudah stres tingkat tinggi, karena panik menghadapi semakin dekatnya waktu Aksi Bela Islam besar-besaran di Jakarta 4 november.


Berikut selengkapnya:


Ahoker Stres Berat Mendekati 4 November , Minta Hujan dan Petir Saat 4 November


Mereka minta kekuatan hujan dan petir

wkwkkw setelah mrk tahu tdak ada lagi yg bisa menolong mrk saat ini polri sdh mencla mencle ngomongnya tukang mebel minta 'perlindungan' prabowo fpi disalah salahin

dan puluhan isu dimnculkan utk memcah konsentrasi umat islam

mrk kini tahu tdak ada lagi unsur pemerintahan yg bisa mereka pegang jadi tidak aneh bila mrk minta kekuatan hujan dan petir

yg mereka lupa Allah-lah yg memiliki hujan dan petir apa mungin Allah kabulkan doa mereka sementara Kalam Illahi mereka nistakan ?

aya aya wae eta jelma linglung ..

Ahok pun ikut-ikutan Panik dan merasa terancam

Saya kan sudah sampaikan berkali-kali, kalau saya dianggap salah pun, saya kan sudah menyampaikan mohon maaf," ujar Ahok di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

"Kalau orang beragama, Tuhan pun memaafkan manusia yang sudah menyampaikan permohonan maaf. Itu saja," Ahok menambahkan.

Ahok menyerahkan demonstrasi yang akan digelar Jumat 4 November 2016 kepada pihak kepolisian.
"Saya kira (demo) 4 November serahkan ke aparat," ucap Ahok.

Ahok pernah melayangkan permohonan maafnya saat mendatangi Bareskrim Polri. Kedatangannya itu untuk mengklarifikasi terkait ucapannya yang dianggap menyinggung kelompok masyarakat.

"Saya juga sampaikan bahwa ketidaknyamanan ini, saya mohon maaf kalau ada yang tersinggung. Tapi tidak ada niat saya untuk menista agama, menghina Alquran, apalagi menghina umat muslim, 

apalagi ulama. Karena teman saya banyak ustaz, ada beberapa yang terkenal. Jadi tidak ada niat sama sekali," ujar Ahok, Senin 24 Oktober 2016.

Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin angkat bicara terkait kontroversi yang menggelinding di tengah masyarakat.

"Dia sudah minta maaf, harus dimaafkan. Meminta maaf sudah sangat baik dan jangan sampai terulang," kata Din dalam konferensi pers bersama tokoh-tokoh lintas agama di kantor The Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jalan Kemiri 24, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 17 Oktober 2016.

Meski demikian, kata Din, pihaknya tidak mau ikut campur dalam persoalan hukum yang kini tengah berjalan di Bareskrim Polri dengan Ahok sebagai pihak yang dilaporkan.

"Penegakan hukum urusan negara, kami tidak masuk ranah itu. Negara harus hadir, jangan sampai terlambat karena bisa berdampak lebih buruk lagi," ujar mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.(liputan6)