Pernyataan mengejutkan Dahlan Iskan soal penahanannya..

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Pernyataan mengejutkan Dahlan Iskan soal penahanannya..

Jumat, 28 Oktober 2016
Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dahlan menyebut dirinya memang diincar untuk ditahan. Oleh siapa?

"Saya tidak kaget dengan penetapan sebagai tersangka ini, dan kemudian juga ditahan. Karena seperti anda semua tahu saya memang sedang diincar terus oleh yang berkuasa," ucap Dahlan.

Hal itu disampaikan Dahlan saat keluar pukul 19.25 WIB dengan mengenakan rompi merah bertuliskan 'Tahanan Kejati Jatim' di Gedung Kejati Jatim, Kamis (27/10/2016).

Dahlan tak merinci soal siapa 'yang berkuasa' itu. Dia mengaku tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi hilangnya aset BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) saat dirinya menjadi direktur utama itu.

"Biarlah sekali-sekali terjadi seorang yang mengabdi dengan setulus hati, dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa dgaji selama 10 tahun, tanpa menerima fasilitas apapun," ujar mantan Menteri BUMN itu.


"Kemudian harus jadi tersangka, yang bukan karena makan uang, bukan karena sogokoan, bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah," imbuh Dahlan.

"Selebihnya biar nanti kalau saya sudah punya penasihat hukum, biar penasihat hukum yang beri keterangan," tutup Dahlan masih tersenyum.

Sementara pihak Kejati Jatim belum berkomentar soal pernyataan Dahlan di atas. 


Bukan Karena Suap dan Sogokan, tapi karena Tanda Tangan 

"Sekali-sekali terjadi seseorang yang mengakui dengan setulus hati dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa digaji selama 10 tahun tanpa menerima fasilitas apapun, kemudian harus menjadi tersangka," jelas Dahlan Iskan kepada wartawan sebelum memasuki mobil tahanan di Kejati Jatim, Kamis (27/10/2016).


Dahlan mengaku tak terima suap atau pun sogokan sama sekali. Tetapi menurut dia dia ditahan hanya karena tanda tangan.

"Bukan karena makan uang, bukan karena menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah," imbuh Dahlan. 

(news.detik)