Habib Rizieq beberkan 12 upaya Penggembosan Aksi Bela Islam 4 November

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Habib Rizieq beberkan 12 upaya Penggembosan Aksi Bela Islam 4 November

Sabtu, 29 Oktober 2016
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab mencurigai adanya penggembosan Aksi Bela Islam tanggal 4 November 2016 mendatang yang dilancarkan oleh pemerintah dan kaki tangannya.

Melalui akun twitternya @syihabrizieq Habib Rizieq memposting sebuah gambar berisi peringatan tentang penggembosan aksi umat Islam tersebut dan mengatakan umat Islam harus melakukan antisipasi.

"Segera lakukan langkah antisipasi, BERJUANGLAH DAN BERDOALAH mohon pertolongan Allah SWT," tulisnya Jumat, 28 Oktober 2016.

Habib Rizieq beberkan 10 upaya Penggembosan Aksi Bela Islam 4 November

Pastikan  Demo Ahok 4 November damai tanpa anarkis, Habib Rizieq FPI Temui Fadli Zon

Sebanyak 35 elemen ormas Islam menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Kedatangan mereka untuk membahas aksi demonstrasi pada 4 November 2016.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengatakan, aksi 4 November 2016 nanti hanyalah bagian dari upaya umat Islam untuk mendorong pemerintah agar menegakkan hukum dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja 

"Tidak ada seorang ulama, satupun tokoh dalam gerakan ini pun yang mampu menjamin kalau gerakan itu tidak chaos. Tapi kalau diminta janji iya, kami komitmen kami berusaha untuk tidak chaos," ujar Rizieq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Dia mengatakan, demo ini jangan dihalangi karena penyampaian aspirasi ini dijamin undang-undang. Jangan pula, ada tindakan represif terhadap peserta aksi karena justru bisa memancing kerusuhan, bukan hanya di Jakarta tapi bisa meluas dari Sabang sampai Merauke.

"Ini darurat kebangsaan dan darurat penegakan hukum," kata Rizieq.

Rizieq Shihab juga mengatakan, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok terkait surat Al Maidah 51 jalan di tempat.

"Telah terjadi pelanggaran hukum pidana Pasal 156 a yang dilakukan pejabat negara. Pelanggaran tersebut menghebohkan secara nasional karena melibatkan pejabat tingkat gubernur dan ada aroma intervensi kepala negara terkait proses hukum tersebut," kata Rizieq

Rizieq berharap, DPR mampu membantu menjaga keberlanjutan kasus ini di kepolisian. Ia menilai kepolisian seharusnya dapat lebih tegas dalam menuntaskan kasus ini.

"Dari kasus Ahok itu saksi sudah dipanggil jelas, bukti ada yaitu video yang sudah diperiksa di laboratorium forensik. Mereka sudah menyatakan video tersebut asli hanya dipotong saja tapi itu video asli. Sampai saat ini memanggil Ahok pun tidak berani. Ahok ke Polri itu datang sendiri. BAP itu belum ada yang ada baru Berita Acara Klarifikasi," terang Rizieq.

10 Penggembosan Aksi Bela Islam 4 November Dilancarkan Pemerintah & Kaki Tangannya

1. Presiden RI mengumpulkan Kapolda dan Pangdam seluruh Indonesia beserta jajaran militer dan polri lainnya di Istana untuk Pengamanan Pilkada serentak 2017, sekaligus Pengarahan "Penggembosan Aksi Bela Islam" untuk meredam Aksi Anti Ahok yang semakin meluas akibat Panistaan Agama.

2. Media Liberal sepakat untuk tidak memberitakan Aksi Bela Islam II, dan mengacaukan ifnormasi, serta menakut-nakuti publik bahwa Aksi akan menyulut kerusuhan SARA agar umat Islam takut datang. Padahal Aksi Bela Islam adalah AKSI DAMAI Konstitusional untuk menuntut PENJARAKAN AHOK yang telah Menista Islam, Menodai Al-Qur'an, Melecehkan Ulama, Menghina Umat Islam, Merendahkan Bangsa Indonesia,  dan Mengangkangi Kedaulatan  Hukum NKRI.

3. Media Liberal melintir berita seolah MUI dan sejumlah Uoama serta Tokoh Nasional tidak setuju bahkan menentang Aksi Bela Islam II tgl 4 Nov 2016. Padahal mereka hanya menasihati Umat Islam agar Aksi berjalan Tertib dan Santun serta Damai agar menang dengan keselamatan dan keberkahan.

4. Rezim Penguasa bekerja sama dengan Media Liberal memanuver berita-berita untuk PENGALIHAN ISU, seperti berita Presiden Sikat Pungli Sepuluh Ribu Rupiah, berita PPP Jan Farid dukung Ahok, berita penyerangan "isis" terhadap Polisi, berita Aksi Bela Islam merusak Taman Kota, berita Kasus Munir diangkat kembali, dan sebagainya.

5. Tokoh Bayaran memfitnah bahwa Aksi Bela Islam adalah Aksi Bayaran dan merupakan Aksi SARA dan Politisasi Agama untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta. Padahal Aksi Bela Islam adalah Aksi Penegakan Hukum untuk menegakkan Keadilan di NKRI yang dilaksanakan oleh Habaib, Ulama, Tokoh, Ormas dan Umat Islam dengan tulus dan ikhlas.

6. Menggalang kekuatan Kyai Pendukung Ahok untuk melarang Umat Islam ikut Aksi Bela Islam dengan Korupsi Dalil dan Manipulasi Hujjah serta mencatut nama-nama Ulama Dalam mau pun Luar Negeri.

7. Membuat "Selebaran Fatwa" atas nama Ulama atau Majelis atau Lembaga Islam untuk menghapus "dosa penistaan", sekaligus menyatakan bahwa Pemimpin Non Muslim HALAL dan tidak boleh ada Aksi menentangnya.

8. Polri mengulur-ulur waktu Proses Hukum terhadap Ahok hingga yang bersangkutan kini disahkan jadi Cagub DKI Jakarta, sehingga punya alasan untuk menunda Proses Hukum hingga usai Pilkada, sekaligus untuk memadamkan semangat dan memutus-asakan Umat Islam dalam menuntut Proses Hukum.

9. MEMECAH konsentrasi massa dengan membuat kegiatan tandingan (konser musik atau wisata kuliner dadakan atau acara Tabligh Akbar, Pengajian, dll).

10. Para Tokoh didekati dan dibujuk atau diancam dan dipolisikan agar tidak terlibat dalam Aksi Bela Islam. Sedang Para Korlap Aksi dan Penyandang Dana serta Masyarakat ditakut-takuti dan dihalang-halangi agar tidak ikut Aksi Bela Islam.


11. Menyadap dan memblokir no telpon tokoh simpul umat agar tidak bisa berkoordinasi melalui HP.

12. Di Hari Aksi waspadai PENCEGATAN Rombongan Aksi, PENANGKAPAN Korlap Aksi, PEMBLOKADEAN Jalan, PENEKANAN Pengusaha Angkutan agar tidak menyewakan kendaraan, PENGHAMBATAN Logistik, dsb.

SEGERA LAKUKAN LANGKAH ANTISIPASI

BERJUANG DAN BERDOALAH MOHON PERTOLONGAN ALLAH SWT


(Habibrizieq)