Ditolak bahkan di kampung sendiri. Gerakan Tolak Ahok meluas sampai di kampung halamanya

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Ditolak bahkan di kampung sendiri. Gerakan Tolak Ahok meluas sampai di kampung halamanya

Sabtu, 29 Oktober 2016
Gerakan Tolak Ahok meluas sampai di kampung halamanya Kota Belitung, Gerakan Tolak Ahok ini di himpun di salah satu media sosial Facebook @endysurahman yang bertuliskan “#TolakPemimpinKafirTolakAhok“. juga Netizen Faceebook @FakhruddinHalim “Gerakan Tolak Pemimpin Kafir, Tolak Ahok meluas. Ahok ditolak bahkan di kampung sendiri”.

Gerakan Tolak Ahok meluas sampai di kampung halamanya Kota Belitung
Geramnya masyarakat Belitung terhadap Ahok dikarenakan gaya Pemimpin yang zhalim, arogan, sombong. sekaligus ini bukan mencerminkan masyarakat Belitung, Kata masyarakat Belitung.

Dari Tempat Kelahiran Ahok  Orang Belitung Tak Bangga Dengan Ahok, Meski Satu Daerah Karena Ikatan Aqidah Islam Mereka Lebih Kuat Dibanding Ikatan Kesukuan Apalagi Ahok terkenal dengan Pemimpin yang zhalim, arogan, sombong, “bermulut kotor” sangat jauh berbeda dengan adat dan kebiasaan masyarakat Belitung yang terkenal ramah dan santun.
dan Jika ada orang yang mengaku Muslim, tapi masih saja ngotot mendukung Pemimpin dari kalangan Kafir, maka kemungkinannya mereka adalah orang-orang yang oleh Allah SWT dikategorikan sebagai berikut :

1. MUNAFIK

“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIK bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu ? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.” (TQS An-Nisaa’ : 138-139)

2. KAFIR

“Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu. Mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk GOLONGAN MEREKA. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (TQS Al Maidah : 51)

3. FASIK

“Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak diantara mereka, orang-orang FASIK.” (TQS Al Maidah : 81)

4. ZALIM


“Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang ZALIM.” (TQS At-Taubah : 23) (Zy01).

Ribuan massa gabungan ormas Islam Di Belitung

Aksi yang direncanakan diikuti 3 ribuan massa gabungan ormas Islam yang di kordinir oleh HTI  di Pulau Bangka itu untuk mengecam penistaan Alquran yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Putra alias Ahok.

Massa antara lain dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), BKPRMI, KAHMI, Pokjaluh, Majlis Ichwan, Muhibin, Majelis Pencinta Islam, dan ormas lainnya.

"Mengutuk dengan keras pelecehan terhadap Al-Quran yang dilakukan oleh Ahok sebagai tindakan yang tidak bisa diterima. Ahok dengan sadar menyatakan orang yang tidak memilih dirinya oleh karena dasar surah Al-Maidah ayat 51 telah dibodohi. Artinya, Ahok telah menyebut Al-Quran sumber kebodohan.


Siapa saja yang menyampaikan haramnya memilih pemimpin kafir dengan ayat itu juga disebut Ahok ini telah melukai keyakinan seluruh umat Islam di seluruh dunia," kata Humas HTI Bangka Belitung, Ust Beni membacakan sikap ormas Islam saat konferensi pers di Puri 56, Pangkalpinang, Rabu (26/10).

Mereka menuntut dan mendesak Polri segera menangkap Ahok,  merujuk KUHP pasal 156a dan UU no.1/PNPS/1965 tentang pencegahan penyalahgunaan atau penodaan agama.





"Perbuatan Ahok telah melanggar aturan tersebut sehingga harus ditindak. Bukti sudah jelas baik video rekaman asli tidak diedit, saksi ahli dan ulama menetapkan bahwa Ahok telah melakukan penistaan agama," sebutnya.

Pihak Polri pun, lanjut Beni dituntut profesional dan netral dalam penegakan hukum, serta terbebas dari intervensi dan tekanan politik.

Sementara itu, Aktivis HTI Babel, Ust Salladin mengatakan bahwa aksi bukan ditujukan ke pihak kepolisian. Namun bentuk dukungan moral ke pihak kepolisian menangkap Ahok.

"Kita berharap dari pihak kepolisian berkoordinasi dengan kita. Karena aksi akan menggunakan kendaraan bermotor ke polda, kami ingin memberikan dukungan moral. Isu ini bukan sentimen etnis, cuma kelancangan Ahok," katanya.

Massa akan mengawali aksi dengan berkumpul di Masjid Jamik Pangkalpinang, untuk kemudian melakukan konvoi menuju Polda Kepulauan Bangka Belitung dan berlanjut ke DPRD Provinsi Babel.

Senada, Ketua Pokjaluh Bangka, Ust Farhan H Ahurkey menuturkan bahwa tidak terima bila Islam sebagai agama yang mulia dihina oleh seorang Ahok. Terlebih mengaku sebagai putra Babel.