Direktur CBA : Soal Impor Cangkul, Pemerintah Kalo Mau Cari Alasan yang Cerdas Dong!

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Direktur CBA : Soal Impor Cangkul, Pemerintah Kalo Mau Cari Alasan yang Cerdas Dong!

Senin, 31 Oktober 2016
Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyesalkan sikap pemerintah Jokowi yang terkesan santai dan masa bodoh terkait kebijakan impor cangkulnya. Bahkan, tidak juga merasa bersalah kepada rakyat Indonesia.

“Malahan, impor cangkul ini dianggap sebagai solusi untuk menanggulangi impor cangkul secara illegal yang saat ini banyak beredar di pasaran,” ujar Uchok di Jakarta, Minggu (30/10).
Direktur CBA : Soal Impor Cangkul, Pemerintah Kalo Mau Cari Alasan yang Cerdas Dong!

Menurut Uchok, kebijakan impor cangkul ini justru memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi mempermalukan dirinya sendiri. Sebab, Impor cangkul malah menunjukkan bahwa pemerintah Jokowi ternyata tidak bisa menanggulangi penyelundupan cangkul di dalam negeri.

“Aparat bea dan cukai kebobolan dong dengan masuk cangkul ke dalam negeri,” cetus Uchok.

Uchok pun menyebut bahwa selama ini aparat bea dan cukai sudah “makan gaji buta”. Sebab, kerja mereka bisa dinilai “tidur melulu” dengan banyaknya cangkul illegal yang masuk ke Indonesia.

“Makanya, kalau mau cari alasan, seharusnya yang cerdas dong, jangan bicara ke publik asal-asalan,” tandasnya. [akt]

Berusaha Mandiri

Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyentil kebijakan pemerintah yang mengimpor cangkul dari China. Politisi Partai Amanat Nasional ini memandang bahwa negara Indonesia mempunyai segalanya untuk berdaulat dan mandiri.

"Kita ini harus berusaha keras untuk bisa mandiri, bayangkan mosok cangkul saja impor, daging impor, garam saja juga impor," ujar Ketua MPR, Zulkifli Hasan usai menghadiri pelantikan pengurus DPW Perempuan Amanat Nasional di gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Sabtu (29/10/2016).

Zulkifli menyampaikan, sebenarnya Indonesia bisa mandiri. Indonesia mempunyai segalanya untuk bisa mandiri dan berdaulat. Baik berdaulat misalnya di bidang pangan maupun alat-alat pertanian.

"Cangkul kita bisa buat, mosok cangkul saja impor ya repot," ucapnya,

Menurut dia untuk bisa mandiri dan berdaulat tentu perlu dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Selain itu juga dukungan dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

"Tidak bisa dipungkiri, kita bisa berdaulat pangan terutama, kalau didukung kemampuan teknologi. Sehingga perlu bekerjasama dengan kampus maupun stakeholder lainya bisa dipercepat," katanya.

Menghina Harga Diri Bangsa
Kebijakan pemerintah mengimpor cangkul dari China menurut Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) sangat memalukan. Langkah tersebut dinilai oleh Sekretaris Jenderal Humanika Sya'roni sangat tidak  masuk akal karena, untuk memproduksi cangkul saja Indonesia tidak mampu. 

"Rejim Jokowi benar-benar telah membuat bangsa ini malu dalam percaturan global. Ternyata setelah 71 tahun merdeka, setelah 88 tahun mengikrarkan Sumpah Pemuda, ternyata bangsa yang mengklaim sebagai bangsa agraris harus mengimpor cangkul," terang dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/10/2016). 

Menurutnya sulit bagi Indonesia berbicara soal persaingan ekonomi global yang lebih besar, jika untuk cangkul saja masih harus impor. Dia menambahkan rasanya bangsa ini tidak  kekurangan sumber daya manusia dan juga tidak kekurangan bahan baku untuk memproduksi cangkul. 

Sehingga lanjut dia kebijakan pemerintah mengimpor cangkul bisa dianggap menghinakan diri di hadapan bangsa-bangsa di dunia. "Selain itu, impor cangkul jelas suatu kebijakan yang memukul para pengusaha kecil pembuat cangkul. Pemerintah yang seharusnya melindungi keberlangsungan usaha kecil ternyata telah membuat kebijakan yang bisa membunuh keberadaan usaha rakyat," paparnya. 

Dia menerangkan apapun alasannya mengimpor cangkul merupakan kebijakan yang salah besar. Menurut dia seharusnya dalih akan beredarnya cangkul ilegal bisa diatasi dengan mengerahkan aparat terkait. 

"Tidak boleh dalih tersebut dengan serta merta dijadikan pembenaran untuk melakukan impor cangkul. Oleh karena itu, ada dugaan bahwa kebijakan impor ini hanya menguntungkan kelompok tertentu," tutupnya. 

Karena alasan tersebut, Sya'roni mendesak agar Presiden Jokowi segera membatalkan impor cangkul dan juga segera mengembalikan cangkul yang sudah terlanjur sampai di Indonesia. Selanjutnya Presiden diminta menggerakkan usaha rakyat untuk memproduksi cangkul secara massal sehingga kebutuhan nasional dapat terpenuhi tanpa harus mengimpor. Serta mengevaluasi para pejabat yang terlibat dalam impor cangkul dari China. 
(Berbagai sumber )