Polri katanya sedang memantau akun-akun penebar kebencian, lha ini kok dibiarkan.

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Polri katanya sedang memantau akun-akun penebar kebencian, lha ini kok dibiarkan.

Senin, 08 Agustus 2016
Badan Reserse Kriminal Polri menggandeng penyedia media sosial seperti Facebook, Twitter dan Google untuk mengantisipasi maraknya ujaran kebencian atau hate speech. Penyedia medsos sepakat dengan Polri untuk menyusun penanganan yang bersifat darurat muncul konten berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara) serta penghinaan.
Dalam pertemuan tersebut, Agung mengakui membahas dampak yang ditimbulkan akibat tulisan atau konten-konten berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Pada kesempatan tersebut penyedia medsos menyampaikan akan menyediakan jaringan atau link khusus untuk mempermudah pengguna medsos melaporkan akun-akun yang meng-upload atau menulis hal-hal yang memiliki muatan tindak pidana," jelasnya.
Menurut Agung, para penyedia medsos juga akan menyediakan channel khusus untuk pemerintah dan aparat penegak hukum supaya bisa menerima informasi terkait siapa pemilik atau pengguna akun yang telah menyebarkan konten bernada kebencian.

"Penyedia medsos sepakat untuk menyusun penanganan yang bersifat emergency, dan akan mendukung Polri terhadap proses penyidikan terkait tindak pidana penyebaran konten Sara maupun penghinaan melalui media sosial," pungkas Agung.
Aksi provokatif Arik melalui jejaring sosial facebook
Netizen bernama Arik Banyadhu memperlihatkan sikap intoleran dengan menuliskan kalimat provokatif melalui akun facebook pribadinya, Arik menyebut bahwa tuhan umat Islam Allah tuli sehingga perlu dipanggil dengan suara Azan.
“Allah yang tuli makanya dipanggil dengan pengeras suara, jika ALLAH nya ngga tuli untuk apa pakai pengeras suara,” tulisnya Arik Banyadhu melalui akun Facebook.
Aksi provokatif Arik melalui jejaring sosial facebook ini langsung menuai kecaman dari para netizen Muslim, seperti yang dilakukan oleh netizen bernama Jonru.
“Polri katanya sedang memantau akun-akun penebar kebencian ya? Nah, saya ketemu satu nih. Ayo Pak Polisi, Cepat Ringkus!” tulis Jonru di page pribadinya, jum’at (5/8/2016).

Ribuan netizen mendukung aksi Jonru, tercatat lebih dari 7000 netizen menshare dan lebih dari 12000 netizen menyukai tulisan Jonru agar pihak kepolisian menindak tegas akun intoleran tersebut.(ts/im)