Kisah inspiratif Larissa Chou memeluk Islam, Hingga menikah dengan Putra Arifin Ilham

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Kisah inspiratif Larissa Chou memeluk Islam, Hingga menikah dengan Putra Arifin Ilham

Minggu, 07 Agustus 2016
Nama lengkapnya Larissa Chou, wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996 silam ini. Ia memang masih tergolong muda, tapi ia mempunyai pendirian yang kuat melebihi orang seusianya. Apa yang ia yakini benar akan diperjuangkan sekuat tenaga meski tantangan datang dari sekelilingnya, tidak membuatnya mundur atau mengalah. Apalagi bicara soal iman yang diyakininya.

Sebagai seorang mualaf yang kebetulan beretnis Tionghoa, jelas Larissa mendapat tentangan dari keluarganya. Pasalnya, tak satupun dari mereka yang Muslim. Keributan tak dapat dielakkan saat mereka mengetahui Larissa masuk Islam. Ia pun dihujat oleh teman-temannya, bahkan pria-pria Tionghoa non Muslim yang jatuh hati padanya, langsung berpaling.

Tapi ia tidak peduli. Ia berjuang mempertahankan Iman kepada Allah, membagikan pengalamannya itu di ask.fm agar non muslim membaca dan terbuka pikirannya dengan Islam. Dan hebatnya lagi, hanya berselang seminggu setelah mengucapkan syahadat, ia langsung berijab Syar’i tanpa peduli non Muslim bicara apa. Ia yakin berhijab itu baik dan salah satu cara dalam Islam untuk menjaga kehormatan wanita.

Pencarian Terhadap Islam

Perjumpaannya dengan Islam, berawal saat Larissa merasa sangat jauh dari kebeneran tentang tuhan. Dalam upaya pencariannya ia memplajari agama Budha dan Kristen, mengikuti beragam kegiatan kagaaman, namun belum bisa menjawab segala pertanyaanya selama ini.

Di tengah kebimbangannya karena belum juga menemukan kebenaran dari dua agama yang dipelajari sebelumnya, Larissa mencoba untuk mempelajari agama Islam, saat pertama kali mempelajari Islam, ia pun merasa asing. Tapi itu justru membuatnya semakin tertarik mempelajarinya, bagaimana pandangan Islam tentang Tuhan, bagaimana cara ibadahnya, dan bagaimana kitab sucinya.

Larissa kemudian membandingkan dengan dua agama lain yang telah dipelajari sebelumnya. Itu ia lakukan demi mencari sebuah kebenaran. Ia akhirnya mendapati Islam dan ajarannya ternyata masuk akal. Islam adalah jawaban selama ini ia cari dan setiap aturan dalam Islam adalah untuk membawa manusia menjadi pribadi yang lebih baik. Sebelum mengenal Islam ia sempat berpikir Islam adalah agama yang berlebihan, banyak yang diharamkan dalam agama ini.

Belajar Shalat Dari YouTube

Ada pengalaman unik yang ia rasakan saat pertama kali belajar sholat, karena keluarganya tidak ada satupun yang beragama Islam, Larisa terpaksa mempelajari tatacara shalat dari YouTube dan mempraktikkannya secara sembunyi-sembunyi. Pembantu, satu-satunya yang Islam di rumahnya malah enggan menjelaskan Islam ketika ia mencoba bertanya, karena takut dimarahi oleh keluarganya.

Karena ia yakin dengan pilihannya, maka ia pun mulai meyakinkan keluarganya dan berusaha bertanggungjawab dengan pilihan hidupnya. Melihat keyakinannya yang kuat, keluarganya mulai membuka hati.

Perubahan Hidup Setelah Jadi Muslimah

Larissa merasakan perubahan dalam hidup setelah memeluk Islam. Ia merasa lebih sabar dan mengerti makna hidup. Hidup ini tidak hanya mengejar duniawi semata karena ada yang lebih penting yang harus diraih yakni kehidupan akhirat.

Menjadi Muslimah yang taat memang berat tetapi wanita yang sudah terlahir Islam harusnya malu oleh Mualaf seperti dirinya yang langsung menutup aurat tanpa protes, dan rela meninggalkan popularitas sampai dihujat untuk mencari ridho Allah.

Biodata Larissa Chou secara lengkap 

  • Nama Lengkap : Larissa Gunawan
  • Nama lain : Rissa, Larissa Chou
  • Tanggal Lahir : 23 April 1996
  • Tempat Lahir: Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
  • Etnis : Tionghoa
  • Agama : Islam (Mualaf, sebelumnya Budha).
Larissa Chou benar-benar telah mendapatkan hidayah dari Allah swt. Bahkan tidak hanya Larissa Chou, tapi ayah dan neneknya yang sebelumnya marah setelah mengetahuI Larissa Chou masuk Islam, juga akhirnya keduanya mengikuti jalan Larissa Chou.

Ustaz Arifin Ilham sendiri menceritakan, jika Muhammad Alvin Faiz, putra pertamanya itu tidak hanya berhasil membimbing dan mengajak Larissa untuk masuk Islam, melainkan juga ayahnya serta neneknya. Proses ketiganya mengucapkan kalimat syahadat disaksikan puluhan ribu jamaah zikir.

Pernikahan dengan Alvin Faiz

Seperti banyak diberitakan bahwa Putra pertama KH Muhammad Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, 17 tahun, menikahi seorang mualaf beretnis Tionghoa, Larissa Chou yang berusia dua tahun lebih tua dari Alvin.

Aqad nikah berlangsung di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, usai shalat Subuh, Sabtu, 3 Dzulqa’dah 1437 H (06/08/2016).

“Pernikahan ini melalui suatu perjalanan dakwah yang cukup memukau. Karena pasangannya adalah seorang mualaf. Alvin sendiri menjadi sebab keislamannya akhwat itu,” jelas Jubir Az-Zikra, Ahmad Syuhada, saat dihubungi hidayatullah.com.

Ia menjelaskan, sebab yang dimaksud adalah, belakangan ini Alvin sering melakukan diskusi dengan Larissa mengenai ketuhanan sebatas apa yang ia ketahui.

Hingga kemudian, atas taqdir Allah Subhanahu Wata’ala, Larissa pun masuk Islam. Tak lama, ayah Larissa, Rudi Gunawan, juga masuk Islam setelah berdiskusi pula dengan Alvin. Disusul keislaman neneknya Larissa.

Syuhada mengatakan, Alvin menikah pada usia dini atas kesadarannya sendiri dengan beberapa alasan.

“Alasan yang pertama, ingin menjaga diri dari fitnah yang tentunya diharamkan oleh AllahSubhanahu Wata’ala,” jelasnya.


Kisah inspiratif Larissa Chou memeluk Islam, Hingga menikah dengan Putra Arifin Ilham

Pada usia 17 tahun, Alvin, katanya, melihat bahwa kehidupan remaja terutama teman-teman seusianya menuntut dirinya untuk lebih baik segera menikah.

“Alvin, putra Ustadz Arifin Ilham, sangat banyak sekali teman-temannya, berbagai macam latar belakang, dari kalangan akhwat maupun ikhwan,” jelas Syuhada.

Rangkaian acara aqad nikah tersebut, jelasnya, dimulai sekitar pukul 05.30 WIB. Bertindak sebagai saksi pernikahan di antaranya adalah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i.

Acara ini dihadiri para tokoh agama, perwakilan MUI pusat, aktivis, orangtua/wali murid, serta 5000-an tamu undangan. Yang bertindak menyampaikan nasihat pernikahan adalah KH Didin Hafidhuddin.

“Ustadz Yusuf Mansur hadir menjelang zhuhur,” imbuhnya.

Prosesi aqad nikah dirangkai dengan sambutan Arifin Ilham yang memberi wasiat soal keluarga dan shalat untuk kedua pengantin.

“Acara berakhir sekitar pukul 06.14 WIB,” ujar Syuhada. Alvin dan Arifin Ilham hingga berita ini diturunkan masih sibuk dengan acara walimatul ‘ursy.

Sumber: hidayatullah.com