Inilah Adegan Film Uttaran yang dinilai melecehkan Islam

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Inilah Adegan Film Uttaran yang dinilai melecehkan Islam

Selasa, 30 Agustus 2016
Kepupoleran serial Uttaran yang ditayangkan oleh stasiun televisi ANTV kini telah membawa serial India salah satu serial yang paling banyak diminati oleh para pemirsa Indonesia. Bahkan serial tersebut kini telah mencapai ratusan episode.

Namun sangat disayangkan Serial Uttaran yang ditayangkan Antv ini telah menyiarkan Islam sebagai agama teroris, Program tersebut sangat jelas menampilkan adegan seorang wanita melakukan gerakan sholat di dalam gerbong kereta api. Kemudian pada tanggal 3 Agustus pukul 19:01 WIB, wanita yang sama melakukan adegan bom bunuh diri di dalam gerbong.
Inilah Adegan Film Uttaran yang dinilai melecehkan Islam

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS. 

Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Uttaran” yang ditayangkan oleh stasiun ANTV pada tanggal 02 Agustus 2016 pukul 19.46 WIB. 

Program tersebut menampilkan adegan seorang wanita melakukan gerakan sholat di dalam gerbong kereta api. Kemudian pada tanggal 03 Agustus 2016 pukul 19.01 WIB, wanita yang sama melakukan adegan bom bunuh diri di dalam gerbong kereta. KPI Pusat menilai kedua tayangan tersebut mendiskreditkan agama Islam sebagai agama teroris sehingga muatan demikian tidak dapat ditayangkan karena menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di masyarakat. 

Patut diingat, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) adalah hal yang sangat sensitif dan wajib dihormati. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai kesukuan, agama, ras, dan antargolongan serta perlindungan remaja.

KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 dan Pasal 14 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 Ayat (1) dan Ayat (2) huruf a serta Pasal 15 Ayat (1). Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis.

Baca Juga : Serial India Uttaran Antv dinilai menggambarkan agama Islam sebagai agama teroris

Kami meminta saudara segera melakukan evaluasi internal serta tidak mengulangi kesalahan yang sama, baik pada program sejenis maupun program lainnya. Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar sanksi administratif teguran tertulis ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih.

Sebelumnya Muncul Petisi keresahan Masyarakat terhadap Tayangan Uttaran
Pemutaran film serial atau sinetron Uttaran di salah satu televisi swasta secara tidak langsung telah menggangu ketenteraman rumah tangga orang. Bagaimana tidak, acara yang sangat disukai perempuan yang didominasi para ibu, dengan jam tayang yang lamanya keterlaluan (hingga 4 jam), membuat beberapa masalah---karena acara tersebut disiarkan pula pada jam sibuk rumah tangga. Masalah tersebut antara lain :
  1. Anak dipaksa menonton acara yang tidak mendidik, penuh dendam dan intrik. Karena Uttaran memang film serial yang tidak mendidik.
  2.  Anak dan ibu sering bertengkar karena berebut remote control  untuk menonton acara kegemaran masing-masing
  3. Rumah berantakan karena tidak terurus. Apalagi suami, seringkali kalah pamor dengan Uttaran
  4. Bagi yang beragama Islam, shalat ashar dan maghrib bisa lewat, atau hanya dapat di ujungnya saja.
  5. Dan masih banyak lagi permasalahan yang timbul karena Uttaran disiarkan dalam jam prime time (jam tayang utama).

Jadi, saya mohon KPI bisa memaksa pihak televisi swasta yang bersangkutan mengubah jam tayang Uttaran dari jam 15.00 WIB-19.00 WIB, menjadi jam 20.00 WIB-24.00 WIB. Kenapa film serial produksi anak negeri yang disiarkan oleh televisi swasta lain bisa dipaksa KPI untuk merubah jam tayang, sementara film serial import tidak berani disentuh?

Kalau perlu film serial Uttaran (dan film serial import lainnya) ditutup saja, karena film serial import telah membunuh kreatifitas sineas dalam negeri.  Lalu, untuk apa Presiden Jokowi mencanangkan ekonomi kreatif? Ayo, teman-teman,  kita memperjuangkan agar KPI menunjukkan taringnya. Dan sineas Indonesia bisa mencari makan di negerinya sendiri.