Menjelang Sakratul Maut, Senator AS Minta Maaf Kepada Umat Islam

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Menjelang Sakratul Maut, Senator AS Minta Maaf Kepada Umat Islam

Jumat, 20 Mei 2016
Mantan senator dari Partai Republik, Bob Bennett, menggunakan waktu-waktu terakhirnya sebelum wafat untuk meminta maaf kepada umat Muslim. Bob yang menutup usia di umur 82 tahun meminta maaf atas majunya Donald Trump sebagai calon presiden dari Partai Republik.
Kepada istri dan anaknya, Bob Bennett mengatakan bahwa ia merasa sangat tidak suka dengan majunya Trump sebagai calon presiden dari partainya. 
Pasalnya, Trump terpilih berdasarkan sikapnya yang anti terhadap Muslim dan kaum minoritas pengungsi lain.
Anak Bob Bennett, Jim Bennett, mengatakan pada Daily Beast bahwa isu tersebut merupakan satu hal yang mengganggu pikiran mendiang ayahnya di saat-saat terakhir. Kepada keluarganya, Bob Bennett mengungkapkan bahwa ia merasa jijik dengan sikap xenophobia Trump, yaitu ketakutan tak mendasar terhadap orang-orang dari negara lain.

Dalam keadaan sakratul maut, mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh umat Islam di dunia atas nama Partai Republik AS, khususnya terkait pernyataan rasis dan fasis yang dikeluarkan oleh kandidat presiden Donald Trump.
“Ketika berjuang menghadapi sakratul maut di rumah sakit sakit Georgetown di Washington DC, Bob Bennett bertanya kepada saya apakah ada Muslim di rumah sakit ini?”, ujar istri Bob kepada awak media.
Tidak hanya sampai disitu, Bob lalu mengatakan kepada saya bahwa dirinya ingin pergi mengunjungi setiap individu Muslim untuk berterima kasih atas kehadirannya dalam masyarakat Amerika Serikat.
Bob melanjutkan, “Saya juga ingin meminta maaf kepada umat Islam atas nama Partai Republik karena pernyataan Donald Trump terhadap umat Islam,” seperti dikutip awak media dari istrinya.
Meskipun bahwa Bob kini sedang berjuang melawan penyakit yang datang ke sekujur tubuhnya, akan tetapi pemikiran bahwa “Trump fobia asing” selalu hadir dalam pikirannya, dan menitipkan pesan diatas untuk menyampaikannya kepada surat kabar Daily Beast. 
(Republika)