Mengintip liarnya komunitas Gay di Depok

Warga Depok resah atas ulah sepasang waria atau gay yang membagikan tas berisi kondom, serta tata cara berhubungan seks sejenis. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus yang membuat warga Depok mulai waspada itu.

Kejadian tersebut bermula saat pengambilan sampel darah oleh laboratorium puskesmas Cipayung di kantor Kelurahan Bojong Pondok Terong Cipayung (visiting mobile) pada Kamis 28 April 2016 lalu. Pemeriksaan tersebut dalam rangka pengecekan HIV gratis.

“Bersamaan hari itu juga ada oknum diduga waria atau gay telah menyebarkan atau memberikan sebuah tas kecil warna putih," kata Kapolsek Pancoranmas Kompol Tata Irawan kepada wartawan, Rabu (4/5/2016) seperti dikutip Sindonews.com.

Warga resah, lanjutnya, karena tas tersebut berisi kondom, minyak pelumas dubur dan pamflet. "Warga tadinya tak tahu isi tas tersebut apa, namun saat dibuka berisi barang yang menurut warga bikin resah," terangnya.

Tata menjelaskan, sudah menyelidiki kasus ini dan sedang memburu sepasang waria atau gay tersebut. “Anggota kami di lapangan sudah cek lokasi dan sedang kami selidiki,” katanya.

Sementara Data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Depok mencatat, sekitar 5.791 lelaki terlibat cinta sejenis alias lelaki suka lelaki (LSL) atau yang biasa disebut gay.

“Angka ini cenderung meningkat dari jumlah sebelumnya sebanyak 4.932 LSL pada tahun 2014 lalu. Meningkatnya angka ini tidak terlepas dari posisi Depok sebagai penyanggah ibu kota. Untuk tahun ini sampai dengan bulan Agustus, estimasi angkanya sekitar 5.791,” kata Sekretaris KPA Kota Depok, Herry Kuntowo pada VIVA.co.id, Senin 16 November 2015.

Yang tak kalah mencengangkan, kaum gay di Kota Depok pun memiliki komunitas. Biasanya, lanjut Herry, mereka berkumpul di pusat perbelanjaan dan kerap mencari mangsa di toilet umum.

“Mendeteksi komunitasnya susah, mereka tertutup. Namun ciri-cirinya dapat dikenali, biasanya dia ada di toilet. Nah, kalau dia melirik-lirik khususnya ke kemaluan kita saat sedang buang air kecil, itu patut dicurigai. Biasanya mereka ada di pusat perbelanjaan, namun ada juga di panti pijat,” bebernya.

Dari ribuan LSL yang terdeteksi, tak sedikit dari mereka yang masih berusia pelajar. Terkait hal ini, Pemkot Depok, melalui KPA tak tinggal diam. Salah satu upaya yang gencar dilakukan KPA untuk menekan angka tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan dan pembinaan.

“Kita kumpulkan untuk merubah perilakunya. Rata-rata LSL ini adalah usia produktif. Selain pembinaan dan penyuluhan, upaya konkret yang kami lakukan untuk menangkal penyebaran penyakit ialah dengan memberikan tips seks aman, dengan menggunakan alat kontrasepsi,” jelas Herry.

Sebagai salah satu penyanggah Ibu Kota Jakarta, Depok pun kian menjadi kota yang terus mengalami perkembangan. Seperti kota metropolis pada umumnya, Depok pun menjadi sasaran empuk kaum urban.Ironisnya, di tengah perkembangan tersebut, angka perilaku seks menyimpang di kota ini pun ikut mengalami peningkatan.

Mendapat angin segar PSK Ikut - ikutan Marak

Seiring meningkatnya perilaku seks yang menyimpang, angka ODHA di Kota Depok pun ikut merangkak naik. Tahun 2014 tercatat, ada sekitar 426 ODHA, dan di tahun ini mencapai 488 kasus dengan 27 orang di antaranya meninggal dunia. “Untuk wanita pekerja seksnya mencapai 1.033,” ucap Herry.

Sementara untuk kasus gay, lanjut Herry, jumlah titik terbanyak kumpul berada di kawasan Jalan Margonda, yang merupakan pusat Kota Depok.

“Pelakunya ada juga yang sudah berkeluarga. Banyak alasan, ada yang karena tidak berisiko hamil. Terlepas dari itu semua, faktor lemahnya iman menjadi penyebab perilaku menyimpang ini berkembang, dan ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujar dia.

Berdasarkan analisanya, di antara tempat favorit atau tongkrongan kaum gay di Depok adalah pusat perbelanjaan.

Sedangkan KPA mengklasifikasikan kaum gay di Depok terbagi menjadi dua, yang pertama kaum yang mencari jasa alias PSK sejenis, kemudian yang kedua kaum yang menjadi PSK atau menjual jasa seks sejenis.

Kaum gay ini tersebar di sembilan kecamatan dan bekerja di panti pijat. "LSL itu kadang dia menjadi penjual kadang dia menjadi pembeli," lanjut Herry Kuntowo.

KPA Depok sering memberikan pembinaan kepada mereka. Tujuannya agar mereka tidak berperilaku seksual menyimpang. "Upaya kita seperti itu agar merubah perilakunya," ucap Herry.

Data KPA Depok menyebutkan Tahun 2014 tercatat penyuka sesama jenis sebanyak 4.932, dan tahun 2015 meningkat menjadi 5.791 LSL.

Dari jumlah tersebut, kaum yang disebut gay itu rata-rata berusia produktif antara 17 sampai 24 tahun. Mereka beralasan lebih memilih suka terhadap sesama jenis karena menghindari kehamilan. Jadi LSL akan bebas melakukan hubungan seks tanpa ada ketakutan untuk bertanggung jawab.

komunitas Gay Sementara itu, Pengamat Sosial Budaya Universitas Indonesia Devie Rahmawati menuturkan, alasan lain seseorang menjadi gay karena munculnya hasrat menyukai sesama jenis karena dianggap sebagai tren. Terlebih lagi dengan arus zaman yang semakin modern membuat sebagian orang berpikir hal tersebut lumrah.

"Sehingga tidak mengherankan adanya kondisi ini. Dari tayangan yang ada dianggap sebagai tren baru. Artinya, dulu orang yang berperilaku menyimpang mungkin merasa malu, namun sekarang menjadi lebih terbuka," kata Devie terpisah.

Dan alasan lain, lelaki penyuka sesama jenis karena kurangnya perhatian dari orangtua. Khususnya bagi mereka yang hidup di perkotaan menjadikan seseorang jadi individualistis. Jika dulu ada orangtua yang bisa memberi teguran dan memberikan hukuman sosial, namun hidup di perkotaan saat ini tidak ada lagi kondisi seperti itu.

"Dengan hukuman sosial orang jadi tidak nyaman. Tapi di kota orang hidupnya individualistis," tambah Devie.

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.