Klarifikasi pemberitaan "Anak bidadari" oleh warga setempat -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Klarifikasi pemberitaan "Anak bidadari" oleh warga setempat

Rabu, 27 April 2016
Kabar ditemukannya anak bidadari di Banggai Sulawesi tengah menjadi perhatian lebih masyarakat. Berita ini begitu viralnya sehingga pengguna media sosial mendapatkan pemberitahuan terkait berita kontroversial ini. Benarkah berita ini? Ataukah hanya sensasi orang iseng saja.. Simak ulasannya di bawah ini.

Baru-baru ini muncul kehebohan ada anak bidadari yang kabarnya ditemukan nelayan di Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Foto yang disebut anak bidadari itu juga menyebar. Dari foto itu bisa dilihat bahwa yang disebut anak bidadari itu berkulit putih bersinar, bermata biru, hidung mancung, pokoknya mirip Barbie.

Tentu saja karena masyarakat banyak yang hanya melihat lewat foto saja, kehebohan muncul. Isu menyebar semakin liar tentang berita anak bidadari ditemukan di Banggai. Belum lagi bumbu cerita, kalau anak bidadari itu ditemukan nelayan terapung di laut. Rupa-rupa cerita bercampur aduk.

Menindaklanjuti untuk mendapatkan informasi yang valid akhirnya detikcom  mengkonfirmasi soal heboh anak bidadari turun dari langit ini ke Polda Sulteng. Pihak Polda Sulteng kemudian meneruskan ke Polres Banggai dengan AKBP Heru.

Heru sejak Senin (25/4) kemudian melakukan penelusuran soal informasi anak bidadari itu. Tim dari Polsek terdekat dari lokasi yang katanya anak bidadari ditemukan melakukan penelusuran. Lokasi anak bidadari itu berada di Bakurun, Kabupaten Banggai Laut (Balut).
Dan hasilnya mudah ditebak. Tak ada anak bidadari. Dan fakta di lapangan yang disebut anak bidadari itu ternyata boneka yang ditemukan nelayan, kemudian dipakaikan baju.

"Ada nelayan di Tangkurung. Nelayan saat kejadian gerhana matahari, sudah lama itu, dia menemukan boneka, memang bonekanya polos, boneka silikon, dibawa ke rumah nelayan dan dikasih baju seperti itu," jelas Heru, Selasa (26/4/2016).

"Kemudian masyarakat sana ada yang foto-foto kemudian menyebar," terang Heru lagi.
Entah bagaimana, lanjut Heru, mungkin ada orang iseng yang juga menyebar isu tak benar kalau boneka itu dipakai baju maka akan berubah menjadi anak-anak. Mirip dongeng zaman dahulu tentang makhluk jelmaan.

"Tapi itu boneka asli, dan sekarang masih menjadi boneka. Jadi kami imbau masyarakat untuk tidak percaya isu dan tahayul," tutup Heru mengingatkan.
(mei/dra/Detik.com)