Kisah sebenarnya ayah Marshanda dari pengusaha sampai jadi pengemis -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Kisah sebenarnya ayah Marshanda dari pengusaha sampai jadi pengemis

Selasa, 29 Maret 2016
Pertemuan bintang sinetron Marshanda dengan ayahnya, Irwan Yusuf, di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (28/3/2016), berlangsung haru.
Meski berlangsung tertutup tanpa wartawan, tetapi pertemuan ayah dan anak itu disaksikan oleh para petugas panti tersebut.

Menurut cerita yang menyaksikan pertemuan tersebut, mata Marshanda terlihat berkaca-kaca saat melihat kondisi sang ayah yang memprihatinkan.
Suasana semakin haru ketika Caca, panggilan Marshanda, memeluk dan mencium pipi Irwan. Wanita kelahiran 10 Agustus 1989 ini mengaku sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya.

Begitu bertemu anaknya, Irwan yang sebelumnya terlihat loyo berubah bersinar. Mengenakan baju koko dan peci berwarna putih, Irwan terlihat senang mendapat kunjungan Marshanda.

Walaupun mata sebelah kirinya terlihat bermasalah, tetapi hal itu tak menutupi keceriaan yang terpancar dari wajahnya.

"Saya senang bisa ketemu sama Caca," kata Irwan, seperti dikutip petugas Panti Sosial.
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Marshanda sempat memberikan uang sebesar Rp 100.000 kepada Irwan. Uang tersebut diberikan Marshanda sebagai bekal untuk sang ayah selama berada di dalam panti.

"Tadi bapaknya dikasih duit Rp 100.000. Katanya enggak bisa ngasih banyak karena duitnya di ATM," ucap Danil, Kepala Satuan Pembinaan Panti Sosial Bina Insan 2, Senin.

Sehari dapat Rp 40.000

Sebelum ditangkap petugas Dinas Sosial Jakarta Selatan, Irwan setiap harinya mengemis dengan penghasilan rata-rata Rp 40.000.

"Dia cuma dapat Rp 40.000 sehari. Itu pengakuan dia waktu assessment," ucap Danil.
Irwan kerap terlihat tengah meminta-minta kepada para pengendara motor maupun mobil di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Menurut warga sekitar, Irwan sering terlihat mengemis di sekitar Matraman dan Jalan Bangka Raya.
Irwan hidup menggelandang dan mengemis sejak tiga bulan lalu. Dia terpaksa meminta-minta karena tidak memiliki pekerjaan lain setelah bengkel tempat dia mengais nafkah bangkrut.

Usaha yang ia dirikan juga gulung tikar. Sejak saat itu, kehidupannya semakin memprihatinkan hingga akhirnya dia terjaring razia saat kedapatan mengemis pada Jumat 25 Maret 2016.

"Kadang-kadang sering tiduran di teras rumah. Kasihan sih sebenarnya soalnya sudah tidak diurus oleh keluarganya. Dulu memang pernah ngontrak di sini pada 2008," ujar Dhani saat ditemui di rumahnya di kawan Jalan Bangka XI C, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2016).

"Dia mengemis karena bingung dan lapar. Bayar kontrakan saja susah. Jalan satu-satunya minta belas kasihan orang di jalan," ujar Danil.
Menurut pengakuan Irwan kepada petugas, selama ini dirinya tidak pernah bertemu dengan anaknya.

"Anaknya enggak pernah jenguk. Dia terakhir ketemu anaknya tiga tahun lalu sama Caca (Marshanda)," ucap Danil.

Ia menambahkan, pada saat Irwan ditangkap, para petugas di lapangan tidak menyangka bahwa ia adalah ayah Marshanda. Mereka baru mengetahui hal tersebut setelah tetangga sekitar rumahnya angkat bicara.

"Warga yang bilang kalau itu (Irwan) ayahnya Marshanda. Baru akhirnya Irwan mengaku kalau dia memang benar ayahnya Marshanda," ucapnya.

Sebelumnya di beritakan berbagai media kalau Ayahanda Marshanda, Irwan Yusuf, terjaring razia petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan di Jalan Bangka. Irwan terjaring petugas saat dia sedang mengemis. Setelah ditangkap, Irwan langsung dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur.
Selama di panti, Irwan mendapat perlakuan sama dengan warga lainnya yang terjaring. Irwan menempati barak bersama 10-15 orang lainnya.

"Matanya bengkak kemungkinan sakit gula, kakinya korengan, kalau demam, saya belum megang keningnya," kata Kepala Pembinaan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Danil di lokasi, Senin (28/3/2016).
(Kompasnews)