“Khilafah Seperti Apa?” jadi tema besar Konferensi Internasional Turki

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

“Khilafah Seperti Apa?” jadi tema besar Konferensi Internasional Turki

Jumat, 11 Maret 2016
Pada kesempatan peringatan dihapuskannya Khilafah pada tanggal 3 Maret, dan selama periode di mana ide Khilafah banyak diperdebatkan; Hizbut Tahrir / Wilayah Turki mengadakan Konferensi Internasional yang bertajuk “Khilafah Seperti Apa?”. Acara ini berlangsung dengan sukses luar biasa dengan pertolongan Allah (Swt) dan partisipasi dari umat Islam yang datang dari empat penjuru dunia.
Kegiatan ini merupakan konferensi pertama sepanjang sejarah Republik Turki yang membahas Khilafah dalam semua aspeknya. Konferensi ini mendapatkan perhatian yang  sangat besar dari berbagai kalangan seperti media, perwakilan LSM, para akademisi, penulis dan jurnalis.
Pidato pembukaan disampaikan oleh Mahmud KAR, Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir  Wilayah Turki. Dalam sambutannya Mahmut KAR menyatakan: “Segala puji bagi Allah SWT pada hari ini, dalam acara ini, kita tidak akan membahas apakah Khilafah suatu keharusan atau tidak. Karena kita tidak punya preferensi atas hal ini. Akibatnya, tidak ada perselisihan tentang berdirinya kembali Khilafah di kalangan umat Islam. 
Dibandingkan dengan masa lalu, umat Islam pada saat ini jauh lebih bersedia menerima Dakwah Islam dan lebih sadar tentang Islam. Saat ini banyak Muslim yang menaruh hati dan jiwa mereka berjuang untuk mendirikan untuk Khilafah, dan banyak pula yang merindukannya, alhamdulillah. Ini sebabnya kami bertekad mengambil judul konferensi ini “Khilafah Seperti Apa?”. Presentasi yang disampaikan dari para penceramah dari Turki dan dari seluruh dunia akan menjadikan upaya Barat untuk menjelek-jelekkan dan mendiskreditkan Khilafah menjadi sia-sia. ”
Selama sesi pertama simposium, wartawan dan penulis Mustafa Ozcan berbicara tentang “Status Umat Islam Setelah Tanggal 3 Maret 1924 dan Khilafah Yang Kedua”, penulis Dr Mehmet Kursat Atalar, menjawab pertanyaan “Apakah Negara Diperlukan untuk Hidup Islam? ”
Ismail Yusanto, Direktur Shar’iah Ekonomi & Management Institute di Indonesia(SEM), menjelaskan “Pentingnya Khilafah bagi umat Islam”, M. Hanefi Yagmur, Hizbut Tahrir , anggota Komite Kontak Hizbut Tahrir Wilayah Turki, menjelaskan “Khilafah – Lembaga Sejarah atau Hukum Syara? “.
Dalam sesi kedua dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan topik “Khilafah Seperti Apa Yang Menjadi Tuntutan Umat?”. Selahattin Yazici, Presiden Kehormatan dari TIYEMDER menjelaskan “Apakah Kontroversi Umat Islam Menjadi ‘Kendala Atas Persatuan?”. Abdulkadir SEN dari Marmara University – Institut Penelitian Timur Tengah menjawab pertanyaan “Mengapa Barat Berdiri Menentang Islam dan Kebangkitan Khilafah?”.
Dr. Muhammad MALKAWI, Dekan Fakultas Teknik Jadara Universitas Yordania menjelaskan “Kebangkitan Kembali Khilafah:  Perkara Syariah yang Tidak Terelakkan dan Merupakan Realitas Politik?”. Penulis Islam Abdurrahim SEN berbicara tentang “Pemerintahan Yang Sah Menurut Islam , Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwah”.
Selain itu, wartawan dan penulis Ahmet Varol, Imam dan Dosen Sheikh Issam Ameira dari al-Quds, Palestina dan Fazl HAMZAYEV, Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Ukraina juga memberikan sambutan.
Hizbut Tahrir  Wilayah Turki menyampaikan terima kasih kepada semua peserta dari Turki dan dari luar negeri yang menerima undangan, mendukung kami dengan doa dan semua orang yang bekerja dan melakukan semua upaya untuk terbentuknya kembali Khilafah Rasyidah Yang Kedua di Jalan Kenabian.
Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Turki
Kamis, 23 Jumada Awal 1437 H [3/3/2016]

Post by : lemahirengmedia.com 
Semua artikel bersifat dinamis karena sewaktu-waktu akan mengalami perubahan data/sumber/analisa dan lainnya demi keakuratan dan obyektifitas informasi.