BNPT dan Densus 88 lebay, Terduga teroris di tangkap Densus saat sedang berzikir -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

BNPT dan Densus 88 lebay, Terduga teroris di tangkap Densus saat sedang berzikir

Minggu, 13 Maret 2016
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution bereaksi keras atas tindakan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri (Densus 88) terhadap Siyono, warga Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Maneger menyebut Densus 88 terlalu lebay (berlebihan, red). 
Manger mengungkapkan, Komnas HAM sudah menerima 118 laporan terduga teroris yang ditembak mati tanpa proses pemeriksaan. "Bisa dibilang lebay BNPT dan Densus 88 dalam melakukan tindak pemberantasan terorisme," kata Maneger, Sabtu (12/03/2016).
Komnas HAM, kata Maneger, tetap mendukung tindak pemberantasan teroris dengan alasan terorisme telah melakukan pembunuhan dan menyebar ketakutan telah melanggar Hak Asasi Manusia Universal. Namun demikian, tindakan pemberantasan terorisme juga harus tetap melalui proses hukum yang sah.
Ia menegaskan, Komnas HAM akan memberikan rekomendasi kepada DPR untuk mempertimbangkan kembali kenaikan anggaran BNPT/Densus 88. Menurut dia, dengan pendanaan Rp1.7 triliun, kinerja lembaga itu mengecewakan.

"Komnas tetap mengutuk tindakan terorisme, tindakan kekerasan, menyebar dan menyiarkan ketakutan melanggar prinsip Hak Asasi Manusia Universal," katanya. 
Maneger mengimbau kepada semua komponen bangsa harus melakukan evaluasi terhadap kinerja BNPT. Karena peristiwa di Klaten sudah kesekian kalinya terjadi. "Harus sesuai prinsip dan kemudian ada evaluasi kinerja," tukasnya.
Siyono, terduga teroris yang ditangkap pasukan Densus 88 saat berzikir usai melaksanakan shalat magrib di sebuah masjid di Dukuh Brengkungan Desa Pogung Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Selasa (8/3) lalu dikabarkan telah meninggal dunia ketika menjalani pemeriksaan.Keluarga korban terkejut saat petugas kepolisian mendatangi kediamannya. Kaget semakin bertambah, saat keluarga mendengar teriakan Suratmi (istri Siyono). Keluarga baru tahu apa yang terjadi, saat Suratmi mengatakan kalau suaminya meninggal dalam pemeriksaan.
"Polisi datang ke rumah. Mereka mengaku dari Densus. Memberitahukan kalau Siyono meninggal saat diperiksa di Polda DIY," ungkap kakak Siyono, Wadiyono, pada wartawan di Klaten.
Menurut Wadiyono, Densus tiba di kediaman Siyono di Dukuh Brengkungan RT 11/05 Desa Pogung, Kecamatan Cawas, sekira pukul 9.00 WIB. Densus meminta agar ia bersama istri Siyono, ikut ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta.
"Untuk keperluan identifikasi. Kami diminta ikut. Sekalian untuk keperluan mengambil jenazah," tandasnya.
Sebelumnya, saat penangkapan, pasukan Densus 88 menggerebek rumah Siyono yang juga digunakan sebagai Raudhatul Athfal (TK) Amanah Ummah. Kedatangan pasukan berlambang burung hantu dengan senjata laras panjang itu membuat takut anak-anak yang sedang belajar. 
Penggeledahan pun dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti, tapi Densus tidak menemukan apa-apa kecuali sobekan kertas, dan sebuah unit sepeda motor yang ikut disita. Berikut kronologi yang dirangkum dari sejumlah sumber:
1. Pada Selasa (8/3), sekira bakda shalat Maghrib, Siyono ditangkap di Masjid saat sedang melakukan zikir. Ia dicekal sejumlah orang berbadan tegap.
 2. Kamis (10/3) pagi, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Siyono di RT 11 RW 05 Desa Pogung, dimana istri korban mengajar di rumah yang juga dikelola sebagai RA Amanah Ummah.
3. Jumat (11/3) siang pkl.11.00 beredar kabar korban meninggal dunia saat pemeriksaan.
4. Jumat (11/3) sore pkl.17.00 istri dan kakak korban dijemput Densus 88 dan langsung dibawa ke Jakarta.
5. Sabtu (12/3) pagi pkl.10.00 istri mengabari sedang dimintai keterangan oleh aparat kepolisian
6. Sabtu (12/3) siang pkl.13.00 istri Siyono mengkonfirmasi wafatnya suaminya.
7. Sabtu (12/3) saat ini posisi istri dan keluarga beradi di RS POLRI, jenazah langsung mau dipulangkan ke Klaten oleh pengawalan polisi.
Berdasarkan informasi terakhir, jenazah akan tiba di kediaman keluarga sekira pukul 21.00.
(sionline)
Post by : lemahirengmedia.com 
Semua artikel bersifat dinamis karena sewaktu-waktu akan mengalami perubahan data/sumber/analisa dan lainnya demi keakuratan dan obyektifitas informasi.