Inilah Alasan logis Aa'Gym memboikot LINE

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Inilah Alasan logis Aa'Gym memboikot LINE

Kamis, 11 Februari 2016
Seiring dengan menyeruaknya fenomena LGBT khususnya di indonesia yang notabenenya adalah mayoritas islam,maka berbagai penolakan juga muncul ke publik. Berbagai kalangan yang waras dengan tegas menunjukan sikap kontranya. Dukungan LGBT sendiri kini sudah merambah aplikasi media sosial salah satunya adalah LINE. Aplikasi ini memberi dukungan dengan menyematkan stiker kemesraan sesama jenis.Sontak saja para pengguna aplikasi ini dibuat kaget karena secara langsung menyinggung sikap seorang muslim.
Dari kalangan artis dan masyarakat umum sampai Aktifis islam bahkan kalangan Ulama pun berani bersikap tegas menolak mentah-mentah LGBT.
Salah satu Ulama yang menolak adalah KH Abdullah Gymnastiar pimpinan Ponpes Darut-tauhid Bandung. 
Aa Gym memboikot LINE karena aplikasi pengirim pesan itu terang-terangan mempromosikan LGBT.

“Saya stop menggunakan LINE karena terang terangan mempromosikan LGBT,” kata dai yang akrab dipanggil Aa Gym itu melalui fan page-nya yang kini diikuti 3,7 juta pengguna Facebook, Rabu (10/2/2016).Pernyataan tegas Aa Gym itu telah disukai lebih dari 20 ribu pengguna Facebook dan telah dibagikan lebih dari 4000 kali.

LINE dianggap terang-terangan mempromosikan LGBT karena menyediakan stiker perilaku menyimpang tersebut. Stiker berjudul Love in Love berisi gambar-gambar dua pasangan sejenis. Mulai dari curhat hingga berciuman.
Sikap Aa Gym tersebut mendapat dukungan dari banyak pengguna media sosial.“Bener banget Aa, jangan sampai bangsa ini diazab seperti umat nabi Luth.. LGBT hanyalah kumpulan manusia miskin iman dan ilmu,” kata Hanan Aulia.

“Alhamdulillah, semenjak beredar info ttg gambar lgbt dan mengecek kebenarannya, sejak saat itu langsung uninstall aplikasinya,” tambah Ishaq Madeamin.
“Demi Allah line saya hapus juga punya anak saya dan kekasih saya karena saya mencintai ulama,” tulis Zoendy Alfadhi.

Post by : lemahirengmedia.com 
Semua artikel bersifat dinamis karena sewaktu-waktu akan mengalami perubahan data/sumber/analisa dan lainnya demi keakuratan dan obyektifitas informasi.