Donald Trump, dukung metode penyiksaan waterboarding terhadap teroris muslim

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Donald Trump, dukung metode penyiksaan waterboarding terhadap teroris muslim

Selasa, 23 Februari 2016
Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, kembali melontarkan ucapan kebencian kepada umat muslim. Dalam kampanye akhir pekan lalu, ia mengusulkan salah satu metode mengusir warga muslim paling efektif yaitu menembaki dengan peluru yang sudah dicelupkan dalam darah babi.
Pernyataan Trump ini sangat disayangkan oleh Dewan hubungan Amerika-Islam (CAIR). "Apa yang diucapkan (Trump) bisa memicu kekerasan terhadap komunitas muslim," kata Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad, seperti dilaporkan Alarabiya, Senin (22/2).
 
Komunitas Muslim AS menilai pernyataan pengusaha kondang AS itu sudah beberapa kali kelewat batas. Selain tidak beradasar pada fakta, komentar-komentar Trump tentang umat Islam menurut CAIR hanya berdasar pada kebencian.
 
Trump dalam kampanye di selatan California, pekan lalu, menyatakan dukungannya terhadap metode penyiksaan waterboarding dan cara interogasi lain terhadap tahanan terduga teroris beragama Islam di Penjara Guantanamo.
 
Di sela-sela pidato soal terorisme itulah, Trump lantas membual dengan menceritakan kisah Jenderal Ekspedisi AS, John Pershing, yang berhasil menghalau serangan suku muslim di Filipina pada awal 1900-an. Pershing hanya berbekal menembaki mereka menggunakan peluru yang dicelupkan dalam darah babi yang haram bagi umat Islam. CAIR menyebut cerita ini omong kosong belaka.
 
Sebelumnya Trump menyerukan larangan kedatangan Muslim ke AS, bahkan pelarangan tersebut ia iklankan dalam sebuah siaran di televisi.

Post by : lemahirengmedia.com 
Semua artikel bersifat dinamis karena sewaktu-waktu akan mengalami perubahan data/sumber/analisa dan lainnya demi keakuratan dan obyektifitas informasi.