Zeyno Baran : Ancaman serius bagi barat adalah kebangkitan Islam dan tegaknya Khilafah Islamiyah -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Zeyno Baran : Ancaman serius bagi barat adalah kebangkitan Islam dan tegaknya Khilafah Islamiyah

Kamis, 20 Agustus 2015
Menurut Zeyno Baran, ancaman paling serius bagi Amerika dan sekutunya adalah kebangkitan Islam dan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah. Sementara itu, gerakan yang dinilainya paling berbahaya adalah Hizbut Tahrir. Sebab, menurut dia, HT adalah satu-satunya organisasi yang sangat memahami Khilafah dan metode menegakkannya. HT bergerak dalam perang pemikiran (the war of ideas) yang sesungguhnya. HT bergerak di seluruh dunia dan telah mengalami kemajuan yang luar biasa dalam perjuangannya, meski belum sampai pada suatu titik berdirinya Khilafah.


Karena itu, menurutnya, jika Amerika dan sekutunya tidak melakukan langkah yang tepat dalam “perang” yang sangat penting ini, tidak mustahil HT akan berhasil dalam misinya menegakkan Khilafah dalam waktu dekat ini. Lalu, Baran dengan sangat “tulus” memberi nasihat (rekomendasi) kepada pemerintah Amerika dan sekutunya tentang metode memerangi HT yang dipandangnya cukup efektif dan efisien. 

Rekomendasi ini telah diterapkan Amerika di seluruh dunia Islam. Untuk merealisasikannya, Amerika telah mengajak kerja sama dengan seluruh negara di dunia dan juga dengan umat Islam yang mau menggadaikan agamanya, baik mereka sadar atau tidak. Banyak sekali umat Islam, baik sadar atau tidak, telah menjadi pion dan aktor penting dalam upaya memerangi Islam, menghalangi perjuangan penegakan Khilafah dan terutama untuk menghancurkan HT.

Rekomendasi Baran tersebut berupa suatu dokumen dengan judul “HIZB UT-TAHRIR; ISLAM’S POLITICAL INSURGENCY”. Dokumen ini memang tidak terlalu tebal hanya 144 halaman. Namun, untuk diterjemahkan semua dan diupload di FB terlalu panjang. Untuk mengetahui apa sesungguhnya isi dokumen tersebut, kami akan menerjemahkan bagian rekomenasi (recommendations) saja, sebanyak 5 halaman. 

Semoga kita semua memahaminya, terutama saudara-saudara kita sendiri (umat Islam) yang terlibat dalam proyek Amerika karena ketidak-tahuannya. Semoga mereka memahami bahwa umat Islam adalah umat yang satu yang tidak boleh saling memusuhi dan memerangi. Semoga mereka tersadar, lalu berusaha melawan makar negara-negara Barat, bukan malah menjadi bagian dari makar mereka. Meskipun makar negara-negara Barat untuk membendung laju perjuangan Khilafah sedemikian terstruktur dan terencana dengan sangat baik, namun makar mereka tak akan berhasil. 

Insya Allah, Khilafah Islam, institusi yang akan menyatukan umat Islam sedunia akan segera tegak dalam waktu yang tidak lama lagi. Sebab, Khilafah adalah janji Allah dan kabar gembira Rasulullah pada umatnya, meski mereka menghalang-halangi dan menertawakannya. Berikut ini adalah terjemahan bebasnya. 

Mohon membaca dengan cermat dan bersabar karena lumayan panjang. 

HIZB UT-TAHRIR; ISLAM’S POLITICAL INSURGENCY (HIZBUT TAHRIR; PEMBERONTAKAN POLITIK ISLAM). REKOMENDASI-REKOMENDASI (RECOMMENDATIONS) 

Sebagaimana al-Qaeda, yang menyatakan slogannya sebagai “pioneering vanguard (front pionir)” bagi gerakan-gerakan Islam lain, maka HT menyatakan dirinya sebagai “ideological vanguard (front ideologis)” bagi gerakan-gerakan Islam lain. Seperti halnya al-Qaeda, yang “membuka jalan” bagi kelompok-kelompok bersenjata dengan menghancurkan dua bangunan paling penting bagi Amerika (WTC dan Pentagon), maka HT juga membuka jalan bagi kelompok-kelompok radikal lain untuk menghancurkan prinsip ideologi terpenting bagi Amerika: DEMOKRASI dan KAPITALISME. 

Meski demikian, tantangan bagi gerakan pioner seperti HT lebih berbahaya dari bahaya-bahaya yang ada selama ini. Tantangan utama yang dihadapi HT adalah menciptakan tatanan dunia baru (new world order). HT telah memberikan penjelasan yang jelas dan memuaskan tentang mengapa dunia Islam (Islamic world) jauh tertinggal dari dunia barat (West). Dalam pandangan HT, satu-satunya jalan untuk mengejar ketertinggalan itu adalah dengan menghancurkan tatanan yang ada (existing order). 

HT secara terang-terangan menentang sistem internasional yang dipimpin oleh Amerika dan secara fundamental tidak setuju dengan Francis Fukuyama, yang mengkalaim bahwa dengan kekalahan Nazi dan ancaman komunis, maka DEMOKRASI dan KAPITALISME sebagai akhir sejarah (end of history) telah tampak. 

Juru bicara HT Inggris (HTUK), Dr. Imran Wahid, baru-baru ini menyatakan: “Fukuyama mengatakan bahwa kita telah sampai pada akhir sejarah, sebab sudah tidak ada lagi ideologi alternatif yang mampu menggantikan KAPITALISME dan PERADABAN BARAT. 

Kami melihat, bahwa pekerjaan kami adalah merupakan tantangan terhadap pernyataan Fukuyama tersebut: Kita harus membuktikan bahwa dia keliru”. 

HT percaya bahwa demokrasi pada akhirnya akan digantikan oleh tatanan Islam (Islamic order). Dalam pandangan HT, Amerika Serikat memerangi Islam (war on Islam) disebabkan oleh ketakutan yang memuncak terhadap bersatunya negeri-negeri Islam (united Islamic world). 


Untuk mempromosikan pandangan ini dan agar mendapatkan dukungan, HT menggunakan gabungan (mixture) metodologi komunis, teologi Wahaby, dan retorika fasis (Penerjemah: Ini murni pandangan Baran. Sebetulnya HT berdakwa hanya meneladani metode dakwah Rasulullah saw). 

Tidak seperti gerakan-gerakan Islam radikal lainnya, yang melakukan perang terhadap militer di negara-negara Muslim, HT telah menyebarkan kekuatannya dengan menginfiltrasi (mempengaruhi) lembaga-lembaga keamanan (security services), yaitu dengan interpretasi politik radikal dari Islam. Struktur sel kelompok ini sama dengan Bolsheviks. HT percaya bahwa Bolsheviks gagal untuk memperluas dominasi mereka lebih jauh, sebab mereka kurang percaya diri. Dan karena HT memiliki kepercayaan diri (keimanan, faith) yang penuh, maka kemenangannya merupakan suatu keniscayaan (inevitable). 

HT telah dengan cermat merancang taktiknya disesuaikan dengan kondisi lokal pada masing-masing 40 negara dimana HT beroperasi di sana. Keseluruhan strateginya berwawasan internasional dan dikoordinasikan secara hati-hati dengan “pusat jaringan (nerve center)” ada di London dan markas pusatnya (headquarters) berada di Yordania. Sehingga tantangan bagi komunitas internasional (international community) adalah untuk mengembangkan dan mengkoordinasikan implementasi strategi melawan HT secara internasional (international counter-strategy). 

Tugas pertama adalah membalas kemampuan HT dalam mendiskreditkan AS dan mendiskreditkan apa-apa yang diperjuangkannya. Dengan melihat kredibiltas dan otoritas moral dari AS yang rendah selama perang Irak, hal ini tentu saja bukan tugas mudah. 

Amerika mampu memenangkan Perang Dingin (Cold War) karena banyak orang di pihak Tirai Besi (Iron Curtain) telah terinspirasi oleh Amerika dan oleh alternatif politik, ekonomi, dan sosial (yang lebih baik). Saat ini, telah terjadi peningkatan jumlah umat Islam yang terinspirasi oleh HT dan orang yang memimpikan persatuan umat di bawah Khalifah (united Caliphate) sebagai alternatif dari dominasi Amerika dan sistem global internasional (globalized international system) dewasa ini. 

HT telah berhasil memutar-balikkan stuktur politik internasional pada zaman Perang Dingin di atas “kepalanya”. Sebagaimana yang dilakukan AS yang bergerak di belakang Tirai Besi, HT telah memunculkan harapan bagi orang-orang Islam yang belum “terpengaruh” (oleh AS) tentang alternatif yang terhormat bagi tatanan dunia (world order). 

Untuk menghadapi tantangan pertama ini, AS harus terlibat secara langsung dengan propaganda perangnya sendiri, salah satunya yang menyoroti nilai Amerika dan nilai-nilai Islam, serta menjelaskan bahwa Amerika telah mengubah kebijakannya terhadap Timur Tengah (Middle East). Hanya sedikit Muslim di luar Amerika yang telah mendengar Perluasan Inisiatif Timur Tengah yang baru (new Broader Middle East Initiative), dan lebih sedikit lagi yang mengetahui aspirasinya. Kebanyak muslim di Asia Tengah hanya mendengar pesan inspirasi-HT yang menyoroti bahwa Amerika Serikat telah memaksakan tatanan penjajahan baru (neo-colonial) dan menindas muslim dengan “perang salib yang keempat (fourth (cultural) crusade)”. 


Dengan tanpa adanya komunikasi langsung dari AS, orang-orang Islam seringkali percaya dengan teori konspirasi ini. Dalam pemerintahan Bush yang kedua ini, Sekretaris Negara yang baru harus berkunjung ke negara-negara Muslim secara teratur, dan menjelaskan secara jelas dan rendah hati bahwa agenda AS jangka panjang adalah untuk memberikan keuntungan kepada umat Islam. 

(Penerjemah: Jadi, kunjungan negara-negara barat terutama AS ke negara-negara Muslim, adalah untuk kepentingan mereka sendiri, yaitu untuk merayu dunia Islam agar tunduk kepada mereka. Untuk itu, mereka tak segan untuk berpura-pura merendahkan diri dalam diplomasi ini). 

“Strategi pengembangan kebebasan (forward strategy of freedom)”

Presiden Bush akan disalah artikan oleh orang-orang Islam. Yang dimaksud dengan “kebebasan (freedom)” di Barat, diartikan sebagai “keadilan (justice)” dan “martabat (dignity)” bagi orang-orang Islam. Kenyataannya, keadilan adalah salah satu kata yang memiliki banyak arti dalam istilah-istilah Islam. Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis, kita di dunia Barat terbiasa berfikir tentang kebebasan (freedom) dan tekanan (oppression), serta kebebasan dan tirani (tyranny) sebagai kutub yang berlawanan. 

Dalam pernyataan tradisional Islam, maka pernyataan tersebut akan diganti dengan keadilan (justice) dan tekanan, serta keadilan dan tirani, sebagai kutub berlawanan. Oleh karena itu, AS tidak akan berhasil dalam inisitif penyebaran demokrasi di kawasan ini, jika Amerika tidak menyesuaikan bahasa diplomasi (diplomatic language) untuk menjelaskan kepada orang-orang Islam bahwa kebijakannya adalah untuk mewujudkan keadilan. 

(Penerjemah: AS akan berusaha menggunakan bahasa bahasa diplomasi tingkat tinggi yang memberi kesan bahwa seakan-akan Amerika berusaha mewujudkan keadilan di dunia Islam). 

Isu paling penting adalah untuk mengubah pandangan (persepsi) di dunia Islam bahwa kebijakan luar negeri Amerika adalah “tidak adil (unjust)”. Umat Islam menganggap ketidak-adilan di dalam kebijakan luar negeri Amerika, disebabkan karena pendekatan Washington pada permasalah Israel dan Palestina. Dengan mundurnya Yasser Arafat, terbuka peluang unik bagi AS untuk memberikan solusi “dua negara (two-state)” yang seakan-akan akan terlihat “adil” bagi mayoritas umat Islam dan warga Israel sendiri. 

Isu ini merupakan medan pertarungan yang paling penting (most important battelfield) dalam perang pemikiran. Selama konflik ini terus berlanjut, maka gerakan Islam seperti HT akan terus menarik banyak pengikut, karena rata-rata umat Islam akan terus mengecam dukungan Amerika kepada Israel, dan para pemimpin Arab akan menggunakan konflik ini sebagai alasan untuk menunda reformasi. 

(Konfil jangka panjang yang lain yang melibatkan umat Islam adalah Kashmir, Chechnya, Nagorno-Karabakh, dan Irak, semua harus diselesaikan dan memberi kesan bahwa hal itu seakan-akan “adil” menurut orang-orang Islam).

(Penerjemah: Amerika memang tidak akan pernah adil, yang ia lakukan adalah strategi yang secara culas menguntungkan mereka, tetapi tampak seakan-akan adil bagi umat Islam. Ini adalah bagia dari war of ideas). 

Di barat, rekrutment yang dilakukan HT diuntungkan oleh adanya diskriminasi terhadap umat Islam, dan oleh harapan migran Muslim yang tidak terpenuhi, yang seringkali melihat bahwa para pemuka masyarakat sering berlaku “tidak adil”. 

Karena itu, negara-negara Eropa harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam hal mengintegrasikan umat Islam di sana. Amerika serikat, sekutu G-8, dan negara-negara kaya lainnya, harus mau mengalokasikan satu persen dari pendapatan mereka (GDP) untuk mengembangkan kondisi sosial-ekonomi umat Islam. 

Usaha ini akan menyakinkan mereka dan memberikan pesan yang sangat kuat bahwa sistem demokrasi Kapitalis Barat adalah bukan hanya untuk yang kaya (the haves) saja. Negeri-negeri ini harus memikirkan cara baru untuk meningkatkan perkembangan ekonomi. 

Salah satu cara untuk merealisasi hal ini adalah dengan kejasama militer (military cooperation) dalam rangka memerangi korupsi. (Penerjemah: bantuan satu persen dari GDP mereka adalah untuk menipu kita dan memberi kesan seakan-akan mereka adalah negara yang baik. Lalu dengan begitu, mereka leluasa untuk menguasai sumber-sumber daya alam yang leimpah di dunia Islam). 

Perang gagasan dan pemikiran sebagian besar merupakan perang sipil teologi (theological civil war) di dalam dunian Muslim, yaitu sebuah peperangan dimana AS tidak memiliki senjata yang dapat digunakan untuk bertempur (ill equipped to fight). Namun demikian, Amerika dapat memainkan kelompok-kelompok MODERAT sebagai lawan alamiah bagi kelompok ekstrim. 

Sebagai permulaan, image HT sebagai organisasi yang damai (peaceful) harus dihancurkan. Para jurnalis Barat dan organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia harus menghentikan sesegara mungkin dalam melabeli HT dengan label yang tidak tepat (yaitu sebagai organisasi damai). AS juga dapat membantu umat Islam yang MODERAT dengan memberikan mereka sarana media dan publikasi serta distribusi yang memungkinkan untuk menangkal efek propaganda dari HT dan kelompok-kelompok radikal lainnya. 

Saat ini juga terdapat strategi internasional yang baru untuk memerangi menyebarnya literatur ekstrimis di internet. Setiap kali HT mengeluarkan selebaran (leaflet), maka harus dibantah dengan publikasi lain yang dikeluarkan oleh organisasi Islam yang kredibel (credible Islamic organization), yang menjelaskan bahwa HT hanya mengambil sebagian ayat dan hadits di luar konteknya. Respon yang sangat cepat ini akan merontokkan ideologi HT, sekaligus memberikan ideologi tandingan (counter-ideology) baginya.

(Penerjemah: Strategi AS memang sangat canggih, dan umat Islam banyak dimainkan, terutama credible Islamic organization di suatu negara tertentu. Tentu dengan imbalan 1% dari GDP mereka). 

Amerika Serikat juga dapat membantu meningkatkan ideologI tandingan ini, yaitu dengan mendorong pemerintahan di negeri-negeri Islam untuk mengijinkan (mendukung) organisasi-organisasi Islam yang damaI untuk mempromosikan TOLERANSI dan DIALOG ANTAR AGAMA (interfaith dialogue). Amerika juga dapat mendorong para pebisnis di negeri-negeri Muslim untuk mendanai aktivitas yang mempromosikan perbedaan, toleransi dan pendidikan sipil (civic education). 

Lebih lanjut, Amerika juga dapat membantu negeri-negeri Muslim untuk mengembangkan kurikulum di sekolahan-sekolahan yang menekankan pemikiran kritis, TRADISI LOKAL PATRIOTISME (local traditions of patriotism), moral, dan ajaran-ajaran Islam YANG SESUAI (COMPATIBLE) dengan DEMOKRASI DAN SEKULERISME. To be continued....

(M.choirul anam)