MANGLISTA ..!! ras Babi unik yang berbulu mirip dengan domba

Mungkin anda mengira bahwa gambar di bawah ini Domba. Meskipun berbulu tebal bahkan mirip dengan Domba namun itu adalah Babi. Manglista atau Manglitca adalah ras Babi unik dan langka yang berasal dari Hungaria.Memang sekilas mirip Domba tetapi sejatinya adalah Babi. Manglista bukan persilangan antara Babi dan Domba tetapi persilangan Babi sumadija dengan Babi jenis Bakony dan Szalonta. Jadi itu murni Babi asli bukan rekayasa genetika.

Belakangan ini santer di media sosial tentang binatang bernama Mangalitsa, khususnya melalui Whatsapp. Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa Mangalitsa merupakan hasil persilangan babi dengan biri-biri(domba). Ditambah lagi data-data bahwa dagingnya telah tersebar dengan harga murah dari Wikipedia yang belum jelas sumbernya.


Akibatnya, informasi itu cukup meresahkan masyarakat, terutama bagi konsumen muslim. Berikut sedikit ulasan tentang mangalitsa. Menurut para ahli perhewanan IPB (12/2), Mangalitsa merupakan  nama untuk  satu spesies binatang, yaitu: Babi Berbulu seperti Biri-biri, atau dalam bahasa Hungaria dikenal dengan istilah Mangalica yang dikenal sebagai Hog kerinting rambut.

Banyak yang mengira kemunculan babi berbulu domba di kebun binatang di Essex, Inggris adalah hasil rekayasa genetika dengan menyilangkan gen babi dengan domba. Kenyataannya, babi unik ini tidak memiliki DNA domba sedikitnya, justru berkerabat dekat dengan babi hutan.

Babi dengan karakteristik bulu seperti domba ini merupakan jenis babi Manglista/Mangalitza (pelafalan Inggris) atau Mangalica (pelafalan Hungaria) yang berasal dari Hungaria dan Austria. Babi Mangalitsa merupakan hasil perkawinan silang antara babi Hungaria dengan babi hutan.

Asal mula Babi unik ini 

Seperti dilansir dari Amusingplanet, babi unik tersebut dikenal dengan nama mangalitsa atau juga dikenal sebagai mangalica. Babi ini merupakan salah satu ras babi paling langka di dunia yang berasal dari Hungaria. Ras ini mengalami pertumbuhan rambut yang tidak biasa, yang sekilas menyerupai bulu domba. Bulu mangalitsa bisa berwarna hitam atau merah, tetapi yang paling umum ditemui adalah yang berwarna pirang.

Mangalitsa diketahui pertama kali dikembangbiakkan pada sekitar tahun 1830-an pada masa Kekaisaran Austro-Hungaria. Saat itu Archduke Joseph Anton Johann, anak ketujuh dari Kaisar Romawi Leopold II, menerima hadiah babi Sumadija dari seorang pangeran Serbia, babi-babi itu kemudian dikawinkan dengan babi lain dari jenis Bakony dan Szalonta.
Dari situlah babi mangalitsa ini berasal. Mangalitsa tidak butuh perawatan khusus dan ras babi ini sangat mudah besar, lemak babi ini mencapai 65 sampai 70 persen dari berat tubuhnya.
Babi hutan
Daging Mangalitsa juga dianggap sebagai daging babi paling lezat di dunia karena mengandung banyak asam lemak omega-3 dan antioksidan alami. Hal itu disebabkan jenis pakan yang diberikan kepada Mangalitsa tidak seperti babi pada umumnya. Babi jenis ini hanya diberi makan gandum, jagung dan barley. Lemak babi ini juga lebih ringan dan mudah meleleh pada suhu rendah, dibandingkan lemak babi dari jenis babi lainnya.

Dari awal abad ke-19 sampai 1950, Mangalitsa menjadi jenis babi yang sangat populer di Hungaria. Dagingnya kemudian diolah menjadi beragam produk, seperti salami, bacon, dan masih banyak lagi. Lemak Mangalitsa juga digunakan untuk memproduksi lilin, sabun dan produk kosmetik lainnya. Saat ini, ada lebih dari 60.000 ekor mangalitsa yang diternakan oleh sekitar 8.000 peternakan babi di Hungaria.

Babi Mangalista sempat berkembang biak dalam jumlah besar di Lincolnshire namun perburuan besar-besaran membuat spesies babi ini hampir punah pada tahun 1972. Daging babi ini dimanfaatkan untuk membuat sosis dan ham, sedangkan bulunya diolah menjadi sweater.

Jenis Manglista

Ada 3 variasi warna pada babi Mangalista: putih pirang, hitam, dan kuning kemerahan. Pada babi Mangalista berbulu hitam, bagian bawah perut dan kakinya akan berwarna keemasan. Karena kelangkaannya, harga seekor babi Mangalista mencapai 5 kali lipat (£1.000 atau Rp. 18 juta) dibandingkan dengan jenis babi lainnya.

Babi Mangalitsa  merupakan babi jenis lain yang mempunyai bulu yang panjang, yaitu jenis “Lincolnshire Curly Coat of England”. Sebelumnya Mangalitsa diternak untuk mendapatkan lemak babi.   Mangalitsa adalah jenis  babi yang paling populer di daerah Balkan,sehingga 1950 (terdapat 30.000 babi jenis ini di Hungary pada tahun 1943). 

Bukan hasil rekayasa Genetika

Mangalitsa bukanlah spesies yang benar-benar baru. Ia dikembangkan di abad 19, sekitar tahun 1830, dari persilangan antara babi jenis Bakonyi dan Szalontai asal Hungaria dengan babi Sumadia asal Serbia.

Persilangan itu menghasilkan babi yang aneh. Jika biasanya babi tidak memiliki bulu, babi Mangalitsa ini memiliki bulu tebal seperti biri-biri. Sebagian Mangalitsa berbulu coklat kehitam-hitaman, namun ada pula yang berbulu putih. Kondisi berbulu seperti inilah yang sering mengindikasikan mangalitsa seperti biri-biri.  Pada 2006, Mangalitsa mulai diimpor ke Inggris. BBC mengakui, orang yang pertama kali melihat mereka pasti akan berpikir bahwa mereka adalah domba.  

Di Indonesia belum ada

Maraknya informasi tentang mangalitsa cukup membuat masyarakat muslim khawatir terhadap peredaran daging Mangalitsa. Namun di Indonesia,  jenis babi ini belum ada. Mangalitsa merupakan species babi dengan harga yang sangat mahal. Mangalitsa mengandung lemak antara 65-70%, sehingga hanya diminati hanya oleh kalangan tertentu di Hungaria dan beberapa negara Eropa lainnya.  

Peredaran daging hewan ternak di Indonesiadiawasi oleh pemerintah, dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Dalamketentuan pasal 36 UU RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan dan memfasilitasi kegiatan pemasaran hewan atau ternak dan produk hewan di dalam negeri maupun ke luar negeri.
 
Disamping itu,produsen harus memenuhi ketentuan pencantuman label halal untuk setiap produk yang diperdagangkan di Indonesia, sebagaimana ketentuan pada pasal 2 PP No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Dengan ini,produsen daging tidak bisa serta merta mendistribusikan produksi daging mereka tanpa melalui izin dari Menteri Pertanian.  

Saat diwawancara bimasislam, Kasubdit Produk Halal Direktur Urais dan Binsyar, Siti Aminah mengatakan, pengawasan masyarakat terhadap peredaran daging hewan sangat penting. Ini menjadi faktor pendukung agar daging Mangalitsatidak benar-benar beredar di negeri kita. Kontrol masyarakat diperlukan dalam mengawasi pangan yang beredar, tegasnya. 
 
Babi yang beredar sekitar kita
Lebih lanjut, hal lain yang perlu diwaspadai adalah barang gunaan yang berbahan woll. Perlu ketelitian dan kehati-hatian konsumen muslim dalam memilih barang gunaan yang tidak mengandung unsur haram, tutupnya.

Sumber:geewi.com/Bimaislam/wikipedia/tobeeinspired

Post : lemahirengmedia.com 
Semua artikel bersifat dinamis karena sewaktu-waktu akan mengalami perubahan data/sumber/analisa dan lainnya demi keakuratan dan obyektifitas informasi.

No comments

Isi komentar adalah tanggapan pribadi,tidak mewakili kebijakan kami. Admin berhak mengubah/menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah, pelecehan dan promosi. Setiap komentar yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Copyright © . Lemahireng Info All Right Reserved - KabarIslam | Berita Panas | Info Cerdas | Viral News | Nasional Hot | Tips Sehat | Updatechno | Breaking .
Powered by Blogger.