Terkini...!!! Inilah Hasil Quick Count Pilpres paling baru berbagai lembaga survei

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Terkini...!!! Inilah Hasil Quick Count Pilpres paling baru berbagai lembaga survei

Rabu, 09 Juli 2014
Inilah hasil Quick Count Pilpres 2014,hitung cepat update dari berbagai lembaga survei hingga pukul 20:00 wib.Meskipun hasilnya masih perkiraan tetapi setidaknya cukup untuk mengetahui siapa yang menang pada pilpres kali ini. he.he.he...padahal dua kandidat pada pilpres kali ini semuanya menanggap menang. wouw konyol juga pilpres kita ini... (indonesia akankah di pimpin presiden kembar?????).
Tapi stidaknya kita mendapatkan ambaran siapakah yang akan jadi presiden periode ini.untuk itu sabarlah kita untuk mendapatkan angka valid(Real count) dari pihak KPU akan di umumkan tanggal 22 juli nanti...


Prabowo - Hatta menang di sini...
JSI
PRABOWO HATTA 50,16 % VS 
JOKOWI-JK 49,84
PUSKAPTIS
PRABOWO HATTA 52,05% VS 
JOKOWI-JK 47,95
LSN 
PRABOWO HATTA 50,56 % VS 
JOKOWI-JK 49,44



Lembaga Survey yang menangkan Jokowi JK menang
LSI
PRABOWO HATTA 46,63% VS JOKOWI-JK 53,37%
CSIS
PRABOWO HATTA 48% VS JOKOWI-JK 52%
RRI
PRABOWO HATTA 47,32% VS JOKOWI-JK 52,68%
LITBANG KOMPAS
PRABOWO HATTA 47,66% VS JOKOWI-JK 52,33%
POPULI CENTER
PRABOWO HATTA 49,05% VS JOKOWI-JK 50,95%
SMRC
PRABOWO HATTA 47,09% VS JOKOWI-JK 52,91%
INDIKATOR POLITIK
PRABOWO HATTA 47,02% VS JOKOWI JK 52,98%

(Wartakota)

kenapa kedua kubu sama-sama mengklaim kemenangan?

Sungguh sebuah pemandangan yang unik sekaligus cukup miris mengingat sebelumnya kita tidak pernah setegang ini dalam proses pemilu atau pilkada. Baik pihak Jokowi-JK maupun prabowo-hatta mengklaim kemenangan hasil quick count.
Apa yang membuat prabowo-hatta mengklaim menang? Jawabnya LSN, JSI dan Puskaptis. Meski LSN dan JSI selama ini begitu ‘gila’ mendukung prabowo-hatta, rupanya mereka masih memikirkan kredibelitasnya sebagai lembaga survey profesional.
LSN: prabowo-hatta 50.54% Jokowi-JK 49.46%
JSI: prabowo-hatta 50.36% Jokowi-JK 49.64%
Meski ‘dipaksa’ oleh moderator TV One untuk mengklaim kemenangan terkait pernyataan Mahfud MD yang menyatakan bahwa LSN adalah lembaga survey pihak prabowo-hatta, pihak LSN malah membuat disclaimer bahwa LSN adalah lembaga profesional dan margin of error di lembaga survey mereka adalah +-1%.
Ini menunjukkan bahwa hasil selisih di bawah 1% (hanya 0,..) dengan margin of error +- 1% maka hasil lembaga survey ini sebenarnya sedang mempertaruhkan kredibelitasnya. Di satu sisi tetap ingin membela prabowo-hatta, di sisi lain ingin ‘memenangkan’ fakta yang ada.
#prediksi: Maka untuk menjaga nama baik, LSN dan JSI merilis hasil dengan selisih di bawah margin of error agar menjadikan survey quick count versi mereka tidak bisa dijadikan acuan publik. Sehigga meskipun nantinya Jokowi-JK yang menang, publik tidak begitu menyalahkan lembaga yang sudah susah payah mereka bangun.
Bagi yang mengerti statistik atau pernah buat skripsi (penelitian) pastilah mengerti dan bisa memahami angka survey yang dikeluarkan oleh JSI dan LSN yang selama ini memang cenderung mendukung kubu prabowo-hatta. Jadi andai saya menjadi prabowo, hatta atau timses dan elit partai pastilah tidak akan bisa mengklaim kemenangan dengan hasil survey yang selisihnya di bawah margin of error.
Satu-satunya survey yang memenangkan prabowo-hatta adalah Puskaptis: prabowo-hatta 52.09% Jokowi-JK 47.91%. Mungkin inilah yang dijadikan patokan oleh kubu prabowo-hatta untuk mendeklasikan kemenanganya.
Mengingat trans media pernah memutus kontrak secara sepihak dengan Puskaptis penyelenggaraan quick count pada pilpres 2009 karena dianggap tidak kredibel (Perjanjian No 0031/gl-TRANS7/Mkt/V/09 tanggal 26 Mei 2009) yang kemudian Trans 7 menggantinya dengan LSI pada waktu itu.
Maka secara pribadi saya mempertanyakan TV One sebagai TV nasional yang menggaet Puskaptis dalam quick count pilpres dan berhasil membuat ‘pembenaran’ bahwa prabowo-hatta menang. Skenario pemenangan secara sepihak ini semakin terang benderang karena beberapa menit lalu Hanta Yudha dari Poll Tracking menyatakan kekecewaanya dengan TV One karena menembah 3 survey untuk digabung dengan Poll Tracking. Karena merasa keberatan, maka TV One memutuskan kontrak secara mendadak dan sepihak pagi tadi.
Hanta Yudha mengumumkan di Metro TV kepada Najwa Shihab bahwa hasil poll tracking yang ga jadi diumumkan di TV One adalah prabowo-hatta 46.63% Jokowi-JK 53.37%.
Terpaksa saya katakan sebagai ‘pembenaran’ prabowo-hatta mendeklarasikan kemenanganya karena di semua survey yang selama ini akurat, baik saat pilpres-pileg 2004, 2009 dan pileg 2014 memenangkan Jokowi-JK dengan selisih di atas margin of error.
Kompas: prabowo-hatta 47.6% Jokowi-JK 52.4%
CSIS: prabowo-hatta 48% Jokowi-JK 52%
SMRC: prabowo-hatta 47.09% Jokowi-JK 52.91%
RRI: prabowo-hatta 47.38% Jokowi-JK 52.62%
LSI: prabowo-hatta 46.72% Jokowi-JK 53.28%
Indikator Politik: prabowo-hatta 47.02% Jokowi-JK 52.98%
Populi: prabowo-hatta 49.05 Jokowi-JK 50.95%
Secara khusus saya mengapresiasi SMRC yang menetapkan margin of errornya pada angka 0.61% dengan cara melipat gandakan sampel TPS yang semula 2,000 menjadi 4,000 TPS. Maka secara statistik kalaupun perbedaanya hanya 1% sudah bisa ditagih akurasinya. 
Namun melihat angka yang sangat jauh (47.09% berbanding 52.91%) maka tidak berlebihan kalau Jokowi-JK mendeklarasikan kemenanganya. Apalagi 6 lembaga survey lainya juga merilis angka yang sama.
Provokasi media dan Puskaptis.
Sungguh sangat disayangkan media nasional seperti TV One menjadi satu-satunya televisi yang masih ‘memenangkan’ prabowo-hatta hanya dengan 1 referensi lembaga survey (puskaptis) yang dipertanyakan kredibelitasnya.
Penggiringan opini
Apa yang dilontarkan kubu prabowo-hatta yang menyatakan bahwa deklarasi kemenangan Jokowi-JK adalah sebuah penggiringan opini sunggu sangat disayangkan. Mengingat semua lembaga survey yang selama ini menjadi referensi dan sangat akurat dengan hasil real count memenangkan Jokowi-JK.
Saya menilai selama ini kubu prabowo-hatta kerap melemparkan isu negatif tapi berlagak baik. Sama seperti ketika prabowo begitu gencar mengatakan capres boneka dan antek asing, sementara saat pidato dengan bijaknya menghimbau jangan ada kampanye hitam.
 Ini sama persis dengan tingkah prabowo-hatta yang kemudian sujud syukur usai mendeklarasikan kemenanganya. Inilah yang saya sering sebut sebagai melemparkan hal negatif pada pihak lawan, tentang sesuatu yang sedang mereka lakukan sendiri.
Kami menagih pernyataan siap menang siap kalah, bukan malah berorasi menaikkan tensi dan emosi pendukung seperti yang dilakukan prabowo di TV One pada 19:30 malam ini. 
Sebenarnya yang sedang memanas saat ini ada di pihak elit, jika ini terus berlangsung dan tetap memaksa untuk menunggu 22 Juli, maka pergesekan di akar rumput hanya tinggal menunggu waktu. Kami menunggu kelegowoan pihak prabowo dan hatta rajasa sama seperti sikap JK dan Wiranto saat kalah oleh SBY. 
Kami menunggu ucapan selamat dari prabowo-hatta terhadap Jokowi-JK sama seperti yang dilakukan oleh Fauzi Bowo kepada Jokowi pada pilkada 2012 dengan selisih sama tipisnya seperti hasil quick count pilpres 2014.
Salam Indonesia damai.
(sumber:kompasiana#MenagihSiapKalah@alifurrahman3)
----- INDONESIA MILIK ALLAH -----
 Lemdia.com (portalnya rakyat jelata) "Media lokal yang menggali dan mengangkat potensi masyarakat bawah"