Apa maksud Tunggak jati podo mati tunggak jarak podo mrajak. -->

Iklan Semua Halaman

DUNIA ISLAM

Apa maksud Tunggak jati podo mati tunggak jarak podo mrajak.

Senin, 20 Mei 2013
   


Tunggak adalah akar atau batang pohon yang sudah di tebang yang masih mengakar ke tanah dan berpeluang besar untuk hidup subur.. Biasanya kata tunggak di pakai hanya untuk pohon pohon tertentu.. Kenapa yang di pakai kata tunggak bukan kata yang lain semisal akar atau bibit.

Inilah uniknya tunggak meskipun musim kemarau panjang tetapi akarnya masih sehat sehingga tatkala hujan turun di musim hujan maka para tunggak akan menjadi pohon kecil yang siap hidup subur sebagaimana mestinya.. 
   Beda dengan akar atau bibit.Kalau akar belum tentu ada tunggak nya tetapi tunggak pasti ada akarnya..Nah kalau bibit biasanya untuk bentuk awal atau modal yang nanti di kembang biak kan..heee.. kayak hewan ternak saja.
           Kalau jati adalah pohon kelas atas atau kelas tinggi tetapi kalau pohon jarak adalah tergolong tanaman liar atau tanaman kelas bawah yang mudah tumbuh di mana saja .Kebanyakan di tanam untuk pembatas lahan saja. Mrajak adalah tumbuh dengan cepat .

Jadi maksud istilah Tunggak jati mati ; keturunan orang kelas atas atau bangsawan banyak yang mati secara kualitas sementara tunggak jarak mrajak;.Banyak anak-anak orang kebanyakan  atau anak orang awam malah justru meningkat kualitasnya.
Pepatah ini sebenarnya ingin memberi penjelasan tentang keadaan orang dari kalangan bangsawan yang tidak mempunyai generasi penerus atau para bangsawan yang mati pengaruhnya sementara keturunan dari kalangan rakyat jelata justru meningkat secara cepat kualitasnya dan mau tidak mau posisi para bangsawan tadi di gantikan oleh keturunan rakyat kecil tadi
   Dan sekarang ini sudah terbukti di mana-mana bahwa banyak anak pejabat atau anak para kyai atau mungkin anak orang terpandang justru malah menjadi seorang anak yang mempunyai kepribadian buruk dan bermasalah di mana-mana.Bisa di katakan banyak yang gagal secara kualitas dalam segala hal.

  Sementara itu sebaliknya bahwa banyak anak dari keturunan orang miskin atau orang biasa justru malah meningkat secara intelektualitasnya sehingga yang berada di dalam perubahan ,justru mereka berasal dari anak-anak orang kecil atau wong cilik.

Bisa di katakan bahwa pada zaman ini perubahan peradaban dunia adalah di tangan para pemuda-pemuda dengan latar belakang wong cilik itu tadi karena secara mentalitas mereka terdidik dalam kondisi yang kesusahan sehingga terbentuklah pribadi yang ber integritas tinggi ,tahan banting den siap menghadapi resiko apapun sebab memang sudah terbiasa mengalami kesulitan .